Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Ngotot Kasasi Panitia Pilkades Desa Prasung Didemo Warga

0 581

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Puluhan masyarakat Desa Prasung yang mengatasnamakan peduli Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) melakukan demo di kantor desa. Dalam aksinya massa aksi menuntut panitia pilkades bersikap netral tidak “diremot” oleh salah satu calon kades sehingga diduga mendiskualisasi salah satu calon.

Dengan naik sepeda motor menuju balai desa, massa aksi juga membawa poster yang bertuliskan : ‘ada apa panitia ngotot kasasi’, ‘siapa yang bermain dibelakang layar’, ‘mendiskulifikasi Nasrulloh dari bakal calon kades rekayasa panitai’, ‘jangan mengadu domba warga prasung’.

Dalam orasinya di dalam kantor Desa Prasung, mereka menuntut agar Nasrulloh di tetapkan sebagai calon Kades Prasung.

“Atas nama masyarakat Desa Prasung menghendaki saya yang selama ini tidak diikutkan Pilkades agar segera didaftarkan sebagai calon. Apalagi setelah melihat keputusan PTUN, serta saat banding dimenangkan oleh saya. Sudah seharusnya saya bisa masuk ikut dalam pilkades 2020 ini,” Kata Nasrulloh saat dikonfirmasi cakrawala.co, 30 Juli 2020.

Ketika massa aksi pendemo bertanya ke Panitia Pilkades, Ahmad Mansur. Kenapa panitai tetap ngotot akan kasasi. “Saat kita tanya apa untungnya, apa manfaatnya panitia tidak bisa menjawab. Karena kasasi merugikan masyarakat Desa prasung semuanya,” ujar Nasrulloh.

Pendemo dimediasi oleh Camat Buduran di ruang pertemuan Desa Prasung

Dugaan kecurangan diungkap oleh Nasrulloah mantan anggota DPRD Sidoarjo itu. Diantaranya dalam persidangan yang sudah dimenangkan oleh dirinya, Sekertaris Desa Prasung, Moh Zaki, panitia PIlkades Mansur dan saudara kandugnya Nasik paling ngotot menjegal dirinya.

“Ada apa ini, Pak Sekdes mulai pendaftaran hingga di meja persidangan paling ngotot mengagalkan pencalonan. Serta Ketua Pilkades dan saudara Nasik yang merupakan adik kakak itu, paling ngotot menjegal saya. Itu fakta dan masyarakat Desa Prasung harus mengetahui,” pungkas Nasrulloh

Sementara itu massa aksi dimediasi di ruang pertemuan oleh Camat Buduran, Sentot Kusmardianto, Kades Pj Prasung, Kaseri, serta Kapolsek Kompol Gatot Setiyo dan Danramil Buduran mengawal agar aksi demo warga agar berjalan kondusif.

“Harapan dari Pemdes Prasung saya mengharapkan kondisional di masyarakat, kepada Panitia Pilkades untuk membuat keputusan tolong di pikirkan lebih dalam lagi bukan hanya berpedoman dengan regulasi atau himbauan atau saran dari Kabupaten. Tetapi lebih diutamakan dampak sosialnya,” Tegas Pj Kades Prasung.

Sementara itu Camat Buduran, Sentot Kusmardianto menjelaskan “Kita orang lapangan harus mempertimbangkan kondisi wilayah, kalo rakyat saya aman kita harus ikuti, untung ruginya kita harus pertimbangkan juga. Diambil resiko yang terkecil yakni faktor keamanan, jangan sampai ini kita biarkan berlarut-larut karena yang rugi desa dalam sekalah besar masyarakat. Kita ketaui sendiri di Desa Sebani, Tarik dari tingkat awal saja sudah inkrah. Sementara di Prasung panita sampai banding dan tetap dimenangkan oleh pengugat,” Ujar Sentot.

Secara terpisah Ahmad Mansur, Ketua Panitia Pilkades Prasung mengatakan “Bingung saya kok bisa dimenangkan penggugat, padahal waktu tahapan pencalonan acuan kita dalam menegakkan aturan adalah Perda dan Perbup. Berarti Perda dan Perbup ini perlu dipertanyakan,” kata Ketua Panitia Pilkades.

Gus Mansur sapaan akrab Ahmad Mansur menambahkan, di Perda No 2 Tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan daerah Nomor 8 Tahun 2015 tentang pemilihan kepala desa dipasal 22 nomor 1 Huruf J dengan jelas mengatakan, seorang Cakades tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana korupsi, narkotika, terorisme dan tindak pidana makar. (Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: