Cakrawala News
Portal Berita Online
ads idul fitri cakrawala
Harita idul

Nelangsa Warga Kota Gurindam, Corona dan Hari Raya di Depan Mata

0 535

TANJUNGPINANG, CAKRAWALA.CO – Sebagai Ibukota Provinsi Kepri, geliat Kota Tanjungpinang tentu tak pernah berhenti dengan aktivitas pemerintahan dan bisnis.

Namun, kepanikan seakan “mewabah”, terkait berbagai larangan dan peringatan, saat virus Corona (Covid-19) mulai “menyerang” kembali denyut nadi Kota Gurindam ini. Kegalauan semakin bertambah ketika kasus Corona menduduki posisi tinggi di Kota itu.

Disisi lain, Dedi (27) hanya bisa pasrah, upayanya untuk mengembangkan bisnis pupus sudah. Padahal, dia sudah menggelontorkan dana puluhan juta rupiah demi meningkatkan pendapatan selama dia di rumahkan oleh perusahaan dia bekerja sebelumnya.

Tentu bukan tanpa alasan. Seperti puluhan pengusaha lainnya di Kota Tanjungpinang. Kegelisahan mulai melanda, di tengah virus Corona (Covid-19), yang mulai meresahkan warga Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri.

Masalahnya, dia bukan tidak berusaha. Tapi, kondisinya memang susah. Terlebih, baru-baru ini Wali Kota Tanjungpinang dan Gubernur mengeluarkan surat edaran terkait pembatasan waktu.

“Ya saya pun maklum bang, sebab edaran tersebut demi menjaga keselamatan bagi kita semua. Mau tak mau, terpaksa kita patuhi,” ucap Dedi, Selasa (4/5/2021).

Sedangkan warga Kecamatan Bukit Bestari mengungkapkan hal yang sama. Mereka hanya bisa pasrah.

Selasa siang, 04 Mei 2021, Zainal yang juga warga Kelurahan Tanjung Unggat, terus berusaha menutupi kebutuhan sehari-hari demi menafkahi keluarga.

“Tapi sampai saat ini, belum ada peningkatan. Sedangkan usaha pun tidak ada pelanggan pak,” kata Zainal seraya mengusap keringat di keningnya.

Apalagi, kata dia, hari Idul Fitri sudah dekat. Sebagai kepala keluarga, Zainal mesti memenuhi kebutuhan keluarga.

“Jangankan untuk lebaran, buat makan sehari-hari saja tak cukup,” keluhnya.

Ironis, Pemerintah Kepri dan Kota Tanjungpinang hanya bisa menyeru, meminta warga agar tidak berkumpul di tempat keramaian. Selain itu, mengunakan masker dan mencuci tangan dengan sanitizer.

Selebihnya ya tidak ada. Nah, kalau pun ada hanya bantuan sembako dari pemerintah. Alasan paling jitu, demi menjaga kesehatan karena meningkatnya pandemi di Kota Tanjungpinang.

Lantas, bagaimana Pemerintah Kepri menerapkan protokol kesehatan guna menekan angka penyebaran Covid-19?

Dalam hal ini, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan ke Bupati dan Walikota se-Provinsi Kepulauan Riau.

Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad SE MM

 

Surat edaran bernomor 457/SET-SETC19/V/2021 tersebut dikeluarkan tanggal 2 Mei 2021 dan berisi tentang pembatasan kegiatan masyarakat selama Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

“Surat edaran ini merupakan salah satu langkah bagaimana kita bersama-sama menekan penyebaran Covid 19 di Kepulauan Riau,” jelas Ansar Ahmad kepada media, Minggu (2/5) lalu.

Sebab itu, Gubernur Ansar meminta Satuan Tugas Penanganan Covid 19 kabupaten/kota yang bekerja sama dengan TNI/Polri meningkatkan pengawasan, pendisiplinan masyarakat dan penegakan protokol kesehatan di fasilitas peribadatan serta tempat dan fasilitas umum lainnya.

“Kalau ingin Kepri sehat kita harus sepakat bahwa protokol kesehatan harus dilaksanakan secara ketat,” pungkas Ansar Ahmad.

Nah, inilah ancaman virus corona dan hari Raya Idul Fitri di depan mata. Cerita tentang nelangsa warga Kota Gurindam. (Taufik)

Leave A Reply

Your email address will not be published.