Cakrawala News
Portal Berita Online

Negara Indonesia Menjadi Pangsa Pasar Online Paling Potensial

0 18

JOGJAKARTA,CAKRAWALA.CO-Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi pengguna internet terbesar di dunia. Merujuk laporan We Are Social, terdapat 204,7 juta pengguna internet di Tanah Air per Januari 2022. Sementara pengguna sosial media meningkat dari 130 juta menjadi 191,4 juta. Dengan jumlah yang sangat besar tersebut Indonesia menjadi pangsa pasar online yang sangat potensial.

“ Semakin banyak pengguna internet di Indonesia mala peluang yang lebih besar untuk jualan online. Indonesia merupakan negara dengan belanja online paling mudah. Semakin luasnya proses transaksi dan semakin banyaknya orang tersambung internet menjadi pasar besar bagi penjual, produsen trader langsung atau perantara,” ungkap Sukamta, anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS, ketika menjadi narasumber webinar Ngobrol Bareng Legislator Mudah dan Nyaman Jualan Online, Senin (1/8/2022).

Sukamta menambahkan kemudahan belanja online dipengaruhi oleh banyak faktor, motifnya macam-macam karena gratis ongkos kirim, diskon, ada pembanding serta ulasan atau review.

“Biasanya kita belanja di toko secara langsung mau membandingkan kualitas dan harga harus muter dari toko satu ke toko lain. Belanja secara online mencari pembanding mudah,” ujarnya.

Selain itu, pembayarannya pun sederhana. Bahkan ada fasilitas misalnya tidak bisa bayar cash bisa kredit atau ambil barang dulu bayar belakangan. Itu semua membuat orang terdorong menjadi konsumen belanja online. Sukamta mengatakan produk belanja online masih didominasi China, karena faktor ongkos kirim murah bahkan gratis serta ada potongan harga.

“ Hal ini memberi ruang bagi kita untuk berpaling pada produk lokal anak bangsa. Jaraknya lebih dekat dan lebih ramah lingkungan,” tuturnya.

Sukamta menyarankan Pemerintah perlu terus mengimbau agar berbelanja produk lokal termasuk hasil pertanian petani lokal.

“Mudah-mudahan pemerintah segera berani mengambil keputusan mempermudah perdagangan produk dalam negeri sehingga iklim dan lingkungan di sekitar kita semakin kondusif,” terang Sukamta.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo RI, Samuel A Pangerapan, selaku keynote speaker menyampaikan, kehadiran teknologi digital sebagai bagian dari kehidupan masyarakat semakin mempertegas transformasi digital.

” Memang masifnya penggunaan internet membawa risiko seperti penipuan online, hoaks atau konten negatif lainnya. Karena itu, harus dibarengi literasi digital yang mumpuni agar masyarakat menggunakan teknologi digital secara bijak,” tandas Sukamta.

Menurut Sukamta mengingat penggunaan teknologi digital belum mencapai katagori baik, maka masyarakat perlu dibekali kemampuan digital, sekaligus untuk mengawal transformasi digital nasional.

“Program literasi digital merupakan pekerjaan besar, kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu kolaborasi,” pungkas Sukamta. ( Okta/ Santosa ).

Leave A Reply

Your email address will not be published.