Cakrawala News
Portal Berita Online

Modus Investasi, Komplotan WNA Gadungan Asal Brunei Tipu 500 Juta 

0 683

BOGOR JAWA BARAT CAKRAWALA.CO-; Komplotan penipu dengan menguras isi uang Anjungan Tunai Mandiri (ATM) para pembisnis ditangkap jajaran Satreskrim Polresta Bogor Kota. Dalam menjalankan aksinya, para pelaku mengaku sebagai Warga Negea Asing (WNA) asal negara Brunei Darussalam.

“Kami berhasil mengungkap dan menggagalkan aksi aksi penipuan kepada para wisatawan khususnya yang ada di Kota Bogor. Di mana modus utamanya adalah mengaku sebagai orang asing yaitu orang berkewarganegaraan Brunei.

Jadi bermodalkan logat Brunei, kemudian tersangka melakukan aksinya,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, saat konfrensi pers di salah satu lokasi kejadian Lippo Plaza, Sabtu 25 September 2021.

Kasus penipuan ini dilakoni oleh 4 orang pelaku yakni Adi Santoso, berperan sebagai mencari korban. Pelaku kedua Djoko berperan sebagai orang asing atau orang Brunei dan menukar ATM milik korban. Ketiga Usman Uus yang berperan membantu mencari korban dan seorang DPO bernama Bimo Ichiro Ono yang

berperan sebagai  supir dan membantu mencari korban dan juga menukar kartu ATM.

Susatyo menjelaskan, kronologi penipuan ini diawali oleh tersangka Adi yeng berperan melakukan profiling (mengenal korban lebih dekat) terhadap pada calon korban. Umumnya korban adalah wisatawan yang menginap di seputaran di seputaran Jalan Pajajaran jalan Sistem Satu Arah (SSA), Kebun Raya Bogor.

Dari hasil profiling, setelah memperkirakan korban memiliki uang banyak, kemudian tersangka Djoko tampil sebagai wisatawan asing dan berpura-pura bertanya untuk suatu tempat.

“Kemudian datang pelaku Adi bersama calon korban kemudian bersama-sama mengantar Djoko yang mengaku sebagai warga negara asing,” kata Susatyo.

Saat diperjalanan, Adi yang sudah mengenal korban seolah-olah tidak mengenal Djoko.  Di tengah obrolan itu, korban ditawarkan sebuah investasi.  Untuk menyakinkan korban bahwa memang pelaku adalah warga negara asing, kemudian pelaku memperlihatkan ATM milik bank Asing.

“Korban diajak melihat isi ATMnya, kurang lebih ada 600 juta setelah itu korban tertarik untuk melakukan kerja sama dan siap menerima dana dari para pelaku,” jelas Susatyo.

Penipuan terjadi saat ATM milik korban diambil dan ditukarkan oleh para pelaku. Pelaku sebelumnya sudah menghafalkan pin ATM para korban.

“Setelah itu kemudian uang milik korban itu dikuras habis oleh para pelaku,” ungkap Susatyo.

Polisi mengamankan barang bukti sebanyak 118 kartu ATM, kendaraan serta uang tunai rupiah dan dollar. Saat ini polisi terus mengembangkan kasus tersebut yang diduga masih ada korban lain. Dari empat pelaku, salah satunya bernama Bimo masih dalam pencarian.

“Mereka kami jerat pasal 378 atau pasal penipuan dengan penjara paling lama empat tahun,” jelas Susatyo.

Dihadapan polisi Djoko yang merupakan WNA Brunei gadungan mempratekan kefasihan berbicara melayu untuk menipu para korbannya.

“Di sini cik boleh tanye di sini mana jalan jambu due, saye ada Bank tapi bank saye bank negeri saye,” tutur pelaku saat diminta mempraktekan saat menipu korban.

Susatyo mengungkapkan, komplotan penipu investasi dengan menguras ATM sudah memakan 5 korban selama kurun waktu 2020 hingga 2021 dengan total hasil penipuan lebih dari Rp 500 juta.

“Setidaknya kerugiannya itu tidak ada yang dibawah 100 juta, untuk pengungkapan ini kami menyita barang bukti sebanyak 118 kartu ATM dari berbagai Bank,” katanya.

Penangkapan ini, lanjut Susatyo, bentuk komitmen Polresta Bogor Kota terhadap perkembangan dunia pariwisata khususnya di Kota Bogor agar wisatawan tidak menjadi korban korban penipuan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat apabila dalam berwisata tidak mengetahui betul siapa orang yang dikenal, agar waspada dan hati-hati,” imbaunya.*****

( ABIZAR / Cakrawala.co )

Leave A Reply

Your email address will not be published.