Cakrawala News
Portal Berita Online

Memberi Rasa Aman pada Anak di Dunia Digital

0 269

KABUPATEN GARUT JABAR CAKRAWALA.CO – Keluarga sudah seharusnya berperan memberi pemahaman mengenai literasi digital. Di era digital saat ini tidak dapat dipungkiri anak sangat piawai memainkan gawai dengan berbagai fitur. Sebagai orang tua sangat penting untuk terus memahami terkait dengan internet dan gawai. Dengan kata lain orang tua juga harus update sehingga mengetahui apa yang saat ini sedang menjadi minat anak.

Selain itu, anak juga menjadi tidak bisa menyembunyikan sesuatu yang berbahaya jika orang tua mahir berinternet. Dalam hal ini literasi digital sangat penting bagi siapa saja terutama di lingkungan keluarga.

Haryadi Mujianto, dosen Universitas Garut dan Kreator Konten anak menjelaskan, orang tua harus meningkatkan pengetahuan kemudian komitmen menggunakan teknologi yang sehat, menyediakan keragaman aktivitas rekreasi bersama anak agar anak tidak selalu bermain gawai. Jika anak sudah terlanjur kecanduan gadget sebaiknya orang tua tidak menggunakan gadget di depan anak.

“Sebaiknya, orang tua memiliki komitmen untuk membersamai anak, jauh dari gawai kecuali jika ingin menelepon. Jangan selalu sibuk bermain media sosial, mereka akan terus mencontoh orang tuanya. Gunakan waktu dengan anak untuk mengajak mereka berdiskusi berkomunikasi yang lebih banyak dengan mereka,” jelasnya dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (03/12/2021).

Bersikap tegas dalam membatasi waktu penggunaan gadget yang harus dilakukan orang tua. Mengontrol waktu kapan saja anak boleh memegang gawai mereka dan mengakses internet. Mengajarkan pentingnya privasi saat di ruang digital. Katakan untuk jangan pernah memberikan nomor telepon, alamat rumah dan sebagainya kepada orang di internet. Buat akun mereka terkunci sehingga tidak mudah dilihat orang yang tidak dikenal. Kenali hal-hal buruk di internet seperti bullying, jangan sampai mereka menjadi korban maupun pelaku.

Mengurangi bullying dengan cara menonaktifkan fitur komentar sehingga tidak sembarang orang bisa berkomentar. Orang tua juga dapat memanfaatkan fitur parental control, kita bisa membatasi apa saja yang bisa diakses. Hal tersebut sebagai upaya perlindungan perlindungan, pengasuhan yang berkualitas penting juga sebagai literasi digital pada anak.

“Tanamkan pada diri anak-anak itu bahwa selain orang lain, mereka sendiri yang harus menjaga keamanan juga berkomitmen dan juga urusan waktu. Mereka dapat diajarkan disiplin dalam menggunakan gawai dan tanggung jawab dengan apa yang sudah di-posting,” tuturnya.

Anak-anak sudah harus diajarkan mengenai literasi digital selain dari keluarga juga dari pihak sekolah. Sebagai orang tua kedua anak-anak guru atau pendidik pun berkewajiban untuk selalu mengingatkan mereka berbuat baik di di ruang digital. Apalagi sekarang mereka selalu terhubung saat pembelajaran jarak jauh di saat pandemi ini.

Guru dapat menyelipkan pemahaman literasi di sela-sela pelajaran ataupun memberikan latihan bagaimana cara menggunakan internet dengan baik. Para pendidik inipun dapat juga memberikan tugas dalam membuat konten-konten positif sehingga anak menjadi terbiasa dalam membuat konten yang bermanfaat.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (03/12/2021) juga menghadirkan pembicara, Erri Ginandjar (GA Radio Oz Bali), Rinda Cahyana (Ketua RTIK Kabupaten Sukabumi), Billy Kwanada (Entrepreneur), dan Ibrahim Hanif sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.