Cakrawala News
Portal Berita Online

Miris, Perkelahian Bocah Ingusan di Garut Berujung Maut

60

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO ,- Ironis sepertinya menjadi kado buruk bagi Hari Anak Nasional 2018 yang baru saja di peringati, bahkan Kabupaten Garut untuk pertama kalinya mendapat ganjaran kota layak anak.

Peristiwa memilukan dan sangat mengiris hati terjadi menimpa dua anak Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Ini benar benar sebuah tamparan keras untuk semua pihak terkait di Garut. Hanya karena gara-gara buku pelajaran kedua siswa ingusan itu berkelahi hingga salah satu di antaranya tewas akibat tusukan gunting dibagian kepala dan punggung.

Kapolsek Cikajang, AKP C. Bambang mengatakan perkelahian yang melibatkan dua siswa di SDN 1 Cikandang, Kecamatan Cikajang itu terjadi pada Sabtu (21/7/2018) lalu.

Menurut Kapolsek, salah satu bocah itu adalah FN (12) siswa kelas 6, ia tewas setelah mendapatkan luka akibat tusukan gunting oleh HK (12), yang merupakan teman sebangkunya dan juga masih memiliki hubungan kerabat dekat.

“Perkelahian berawal ketika FN kehilangan satu buku pelajarannya di kelas pada hari Jumat (20/7/2018) lalu. Kemudian besoknya, buku pelajaran tersebut ditemukan di bawah meja belajarnya yang kebetulan satu meja dengan HK. FN (almarhum) menyangka HK yang menyembunyikan buku pelajaran tersebut,”ungkap Kapolsek saat dihubungi sejumlah wartawan, Senin (23/7/2018).

Kapolsek menambahkan kenapa ada gunting pada mereka karena bertepatan dengan jam pelajaran Kesenian.

“kebetulan siswa membuat anyaman kertas dengan bahan karton dan alat-alat kelengkapan salah satunya adalah gunting.”ujarnya.

Usai jam pulang sekolah, lanjut Kapolsek kedua siswa tersebut awalnya pulang bersama karena memang masih ada ikatan keluarga dan alamat tempat tinggalnya pun satu kampung.

“Pada saat di perjalanan tepat di Kampung Babakan Cikandang, korban menuduh pelaku yang mengambil buku pelajaran tersebut, sehingga terjadi perselisihan dan berakhir dengan perkelahian di sana, dan ketika pelaku merasa tersudut, dia pun mengambil sebilah gunting yang ada di tas belajarnya. Pelaku menggunakan gunting tersebut sehingga mengenai kepala korban dan menimbulkan luka robek pada kepala dan punggung.”paparnya.

Oleh warga setempat perkelahian kedua bocah tersebut berhasail dilerai dan membawa korban ke puskesmas pembantu (Pustu).

“Pihak sekolah pun memanggil orangtua korban untuk kemudian membawa korban ke RSU dr Slamet Garut. Namun keesokan harinya pada Minggu (22/7/2018) pukul 11.30 WIB korban dinyatakan meninggal dunia,” kata Kapolsek.

Dari kejadian itu, pihak kepolisian mengamankan barang bukti berupa gunting dan baju korban yang berlumuran darah.

Sementara untuk pelaku penusukan yakni HK yang jug masih dibawah umur pihak Kepolisian tidak melakukan penahanan dan tengah berkordinasi dengan sejumlah pihak terkait.***JMB

Comments are closed.