Cakrawala News
Portal Berita Online

Minimalisir Kasus Stunting, Program Dahsat Diluncurkan Dinas P3APPKB Bukittinggi di Aur Kuning

0 23

BUKITTINGGI, Cakrawala.co – Guna mengatasi kasus kondisi dimana tinggi badan anak berada di bawah -2 kurva WHO (Stunting) pada anak usia Bawah Lima Tahun (Balita) di Bukittinggi, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat), Rabu 25 Mei 2022, di Aula Kelurahan Aur Kuning.

Lurah Aur Kuning, Dewi Febriani menyampaikan sambutannya, Dapur Sehat Atasi Stunting ini terletak pada kampung keluarga berkualitas, Dahsat merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga yang beresiko Stunting dengan sasaran Calon Pengantin, Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Bawah Dua Tahun (Baduta) / Balita.

Ditambahkan juga oleh Dewi, adapun maksud dan tujuan kegiatan Dahsat ini antara lain:

1. Memenuhi kebutuhan anak Stunting.
2. Meningkatkan kesejahteraan keluarga.
3. Sebagai Informasi dan pengaturan menu gizi bagi keluarga yang beresiko Stunting.
4. Sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam upaya mendapatkan gizi seimbang bagi keluarga yang beresiko Stunting.
5. Pemberdayaan ekonomi keluarga bagi kelompok keluarga.

Semoga dengan adanya kegiatan ini, memberikan manfaat bagi warga kita, ujar Dewi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Bukittinggi, Tati Yasmarni, SE. MM mengatakan, kegiatan ini merupakan suatu kebijakan percepatan penurunan Stunting di Kota Bukittinggi, ini berdasarkan pada Perpres No. 72 tahun 2022, tentang percepatan penurunan Stunting yang mana Sebagai Ketua Pelaksananya adalah Kepala BKKBN.

Kasus Stunting itu penting diatasi karena angka Stunting di Indonesia masih tinggi. Melalui Perpres No. 72 tahun 2021 telah ditetapkan, bahwa penurunan Stunting harus melibatkan dan mengintegrasikan ‘Lintas Sektor’ dengan cara menyelenggarakan salah satu kegiatan yang saat ini diadakan di Aula Kantor Lurah Aur Kuning, tukuknya.

Tati juga menambahkan, adapun angka Stunting yang terjadi di Bukittinggi saat ini adalah sebesar 19%, berdasarkan SSGI pada tahun 2021, dan 14 % berdasarkan EPPGRM. Berdasarkan PK 21 ada sekitar 926 keluarga di kelurahan Aur Kuning yang merupakan keluarga beresiko Stunting, tukuknya.

Untuk Kota Bukittinggi sendiri, telah ditetapkan tim pendamping keluarga sebanyak 66 tim, dan untuk kelurahan Aur Kuning sendiri sudah dibentuk tim pendamping keluarga (TPK) yang terdiri dari, Bidan, Penggerak PKK, dan Kader KB, sebanyak 4 Tim. Sedangkan untuk tingkat kecamatan, sudah dibentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), ungkap Tati.

Camat ABTB Nadya mengatakan, kampung KB (Kampung Berkualitas) ini sudah ada di Kecamatan ABTB khusus bagi kelurahan Aur Kuning dan kampung KB ini aktif, hal ini dibuktikan dengan ada pertemuan rutinnya. Selain itu, ada dapurnya dan segala macam kegiatan lainnya. Anggotanya bukan hanya dari kampung KB sendiri tetapi juga dari tetangga – tetangga sebelah juga ikut aktif dan berperan dalam kampung KB ini, ucapnya.

Nadya juga menambahkan, berdasarkan pendataan yang dilaksanakan oleh Posyandu maka kelurahan Aur Kuning ini termasuk salah satu tertinggi dalam penderita Stunting. Oleh sebab itu, kegiatan yang dilaksananakan oleh BKKBN menargetkan program Dahsat ini dapat membantu mengurangi keluarga beresiko Stunting, imbuh Nadya.

Kegiatan Launching program Dahsat ini juga menghadirkan beberapa pemateri dari berbagai instansi yakni, Darmayanti dari DKK Bukittinggi, Emalia Kasi P2KPA, David Perwakilan BKKBN Propinsi.

Launcing Dahsat ini diakhiri dengan penanda tanganan MOU oleh instansi – instansi terkait agar Program DAHSAT ini bisa terlaksana sesuai dengan keinginan dan Percepatan Penurunan Stunting bisa terwujud.(**)

Leave A Reply

Your email address will not be published.