Milenial dari Berbagai Kota “Nyantri” di Madrasah Digital Kampung Sampireun

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO ,- Menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten dalam bidang literasi dan digital konten termasuk wakil Atase Kedutaan Amerika Bidang Kebudayaan Emily Abrahan,  sukses memberikan kesan dan sharing sesion bagi seratusan lebih peserta Madrasah Digital yang digagas para alumni program pertukaran Mahasiswa Indonesia-Amerika.

Mengambil lokasi bernuansa alam nan sejuk dan asri di Kawasan objek wisata Kampung Sampireun Resort & Spa di Kecamatan Samarang Garut, Jawa Barat, para milenial yang datang dari berbagai kota tersebut mendapatkan berbagai pengetahuan baru tentang literasi, konten digital, hingga teknis menulis berita, reportas=e dan potografi.

“kita saat ini memang tengah menghadapi ancaman maraknya negatif konten yang membanjiri media sosial. Ini yang juga tengah dialami di Amerika. Jadi Indonesia dan Amerika menghadapi persoalan yang sama di era ini,”kata Emily Abraham kepada wartawan usai menyampaikan materinya dalam sharing sesion dengan para santri milenial Madrasah Digital, Sabtu (25/5/2019).

Emily menyebut dirinya sangat bersemangat datang dan menghadiri acara tersebut karena pihaknya Kedutaan Amerika memiliki komitmen yang kuat untuk bersama-sama turut serta mengatasi persoalan-persoalan yang tengah dihadapi kedua bangsa di dua negara ini.

“Ini juga bagian dari moment memperingati 70 Tahun Hubungan baik Indonesia-Amerika,” kata Emily sambil menyerahkan cindramata kepada Bupati Garut Rudy Gunawan berupa plakat hubungan baik 70 Indonesia-Amerika.

Sementara itu Bupati Garut Rudy Gunawan menyampaiakn apresiasinya kepada para penggagas kegiatan bagi kalangan milenial tersebut.

Rudy menyebut sebuah kerjasama yang bagus dari Madrsah Digital dengan FK-KIM Garut serta suport dari Kedubes Amerika yang juga mengutus perwakilannya melalui Atase Kebudayaan Emily Abraham.

“kami mengucapkan terimaksih yang sebesar-besarnya atas terlaksananya kegiatan ini, sangat bermanfaat dan bernilai positif bagi pembentukan generasi milenial dalam literasi terutama menghadapi konten-konten medsos yang makin liar dan penuh dengan hoaks,”katanya.

Rudy juga meyakini kehadiran sejumlah nara sumber yang memiliki kompetensi mumpuni dapat membimbing dan memberikan pencerahan pada para peserta sebagai santri Madrasah Digital tersebut. “Ini luar bisa orang orang hebat tentunya semoga ilmu yang diberikan bermanfaat bagi kita semua,”ucapnya.

Terpisah Penggagas madrasah Digitakl Awaliyah menyampaikan bahwa untusiasme peserta untuk kegiatan tersebut sangat luar biasa.

“Mulai hari pertama kami buka pendaftaran langsung mencapai 300 penimat, padahal kuota kita hanya untuk 100 peserta,”ungkapnya.

Menariknya lanjut awaliayah peserta yang daftar juga datang dari sejumlah kota diluar Jawa barat ada dari Banten, DKI jakarta, Jogja dan beberapa daerah lainnya.

“namun untuk kesempata kali ini kita memang memprioritaskan peserta dari sejumlah pesantren dan perguruan tinggi islam yang ada di Priangan Timur Jawa Barat. Mudah-mudahan kedepan kita kembali dapat membuka kegiatan ini,”tukasnya.***jmb

Facebook Comments
%d bloggers like this: