Cakrawala News
Portal Berita Online

Meskipun Ditiadakan Kegiatan Suran Agung PSHW-TM, 1.150 Personil Gabungan TNI-Polri Disiagakan

0 73

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Meskipun telah disepakati bersama melalui rapat koordinasi, bahwa kegiatan Suran Agung Persaudaraan Setia Hati Winongo – Tunas Muda (PSHW-TM), yang jatuh pada hari Minggu, 30 Agustus 2020 ditiadakan, namun demi terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Madiun, petugas tetap akan disiagakan.

Sedikitnya 1.150 personil gabungan TNI-Polri, unsur Pemerintah Kabupaten Madiun dan unsur-unsur lainnya, bakal dilibatkan dalam penyekatan maupun patroli dalam skala besar, yang terbagi dalam 3 sektor dan 8 titik penyekatan. Hal ini dikatakan Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya, Kolonel Infanteri Waris Ari Nugroho, usai memimpin apel kesiapan pengamanan Suran Agung, di lapangan Tri Brata Mapolres Madiun, Sabtu sore 29 Agustus 2020.

“Jadi nanti kalau ada rombongan pesilat dari luar hendak masuk Madiun, maka semaksimal mungkin akan kita imbau untuk kembali. Kita lakukan penindakan secara persuasif dan santun untuk tidak masuk ke wilayah Madiun,” kata Danrem.

ads bukopin

Kapolres Madiun, AKBP Eddwi Kurniyanto mengungkapkan, Ketua Umum PSHW sudah menyampaikan bahwa Suran Agung tahun 2020 ini tidak menghadirkan kerumunan massa. Ini mengingat kita masih dalam masa Pandemi Covid-19. Kapolres menyebut, beberapa titik yang dilakukan penyekatan yaitu wilayah perbatasan Kabupaten maupun Kota seperti dari arah Ngawi, Ponorogo, Nganjuk, dan Magetan. Kemudian, Saradan, tol Dumpil, Wungu, Nglames, dan titik dari luar perbatasan.

“Mulai hari ini sampai selesai besok, pasukan akan disiagakan. Kita mengimbau kepada masyarakat, untuk bersama-sama saling menjaga kondusifitas. Segala tindakan pelanggaran akan kita tindak tegas,” ungkap Kapolres.

Sementara itu, Komandan Kodim 0803/Madiun, Letkol Czi Nur Alam Sucipto mengatakan, pihaknya siap membantu dalam pengamanan Suran Agung 2020 tahun ini. Ini untuk mengantisipasi masuknya orang dari luar daerah ke wilayah Madiun. Tujuannya mewujudkan ketertiban dan keamanan di wilayah Kabupaten Madiun. Apalagi, kondisi saat ini masih dalam Pandemi Covid-19.

“Jadi ini butuh partisipasi seluruh stakeholder terkait, untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Madiun,” pungkasnya.*(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.