Cakrawala News
Portal Berita Online

Meski Khawatir Akan Virus Corona,Pedagang Kelelawar Di Solo Mengaku Penjualanya Stabil

SOLO CAKRAWALA.CO,-Merebaknya Virus Corona yang berasal dari Wuhan, China. yang diduga disebabkan dari hewan Kelelawar,membuat resah seluruh warga di dunia.di Solo, Jawa Tengah.kabar tersebut juga mebuat para pedagang kelelawar di pasar burung Depok Solo khawatir. Meski demikian mereka tetap berjualan, bahkan omzet penjualan mereka tidak ada penurunan.

 

Pasar burung Depok kota Solo,Jawa Tengah. rabu (29/01/20)pagi,seperti hari hari biasanya.para pedagang burung,dan binatang lainya seperti anjing,kucing masih tetap beraktifitas seperti biasa.Para pedagang ada yang membersihkan kandang ada pula yang memberi makan hewan jualan mereka.

Hal yang sama juga terihat pada pedagang hewan Kelellawar,padahal,info yang berkembang, penyebaran Virus Corona yang saat ini tengah melanda negara China,salah satunya melalui kelelawar atau jenis Codot baru marak dibicarakan.

Haerulloh(39) salah satu pedagang kelelawar yang sudah berjualan kelelawar selama lima tahun,mengaku juga  khawatir dengan wabah Virus Corona yang banyak menelan korban jiwa di China.meski demikian dirinya tetap berjualan Kelelawar.Pasalnya justru warga banyak yang mencari karena diyakini bisa untuk pengobatan alternatif bisa menyebuhkan penyakit asma atau sesak nafas.Dirinya dan para pedagang di pasar depok sebenarnya sudah banyak yang mendengar soal berita kelelawar yang diduga menjadi penyebab Virus Corona di China.akan tetapi hingga sekarang belum ditemukan adanya kasus tersebut khususnya di wilayah Solo.

apalagi cara mengonsumsi di Solo bukan untuk makanan seperti sup di China,tetapi untuk pengobatan alternatif penyakit asma, dimana kelelawar tersebut setelah dipotong dan dikuliti, tersisa dagingnya kemudian kemudian dikukus, daging tersebut kemudian diberikan kepada mereka yang mempunyai penyakit asma.

Haerullah sendiri menjual kelelawar kecil dengan harga Rp 10 ribu per ekor,sedangkan yang besar atau kalong bisa mencapai Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu per ekor.jumlah kelelawar yang dijual kini mencapai 60 ekor dan biasanya sudah dikirimi pelangganya pencari kelelawar maupun penjaring lokal Solo.

Saat ini,dinas Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat kota Solo,telah mengambil sempel kotoran dari kelelawar di pasar burung Depok Solo. dan  sekarang masih menunggu hasil tes penelitian laboratorium…(AgB)

%d bloggers like this: