Cakrawala News
Portal Berita Online

Meriahnya,Pembukaan Festival Kampung Nelayan Tomalou 2020

TIDORE,CAKRAWALA.CO- Ribuan warga Tomalou di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara, Minggu 1 Maret 2020 tumpah ruah menyemarakan pembukaan Festival Kampung Nelayan Tomalou (FKNT).

Festival yang menonjolkan nilai kultur budaya dan semangat masyarakat nelayan tomalou itu dihari Dirjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI , Irjen Pol Antam Novambar, Sultan Tidore, Husain Alting Sjah,Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba, Kapolda Maluku Utara, Kombes Pol Ricwanto, Walikota Ternate,Burhan Abdurahman, serta Konsulat Jenderal Negara Spanyol dan Australia.

Rangkaian festival diawali pengantaran tamu VIP dari kadaton kesultanan tidore menumpangi perahu Kora-kora yang membawa mereka mengarungi lautan menujuh lokasi kegiatan di Kelurahan Tomalou.

Konvoi perahu nelayan

Perjalanan konvoi itu di kawal puluhan kapal nelayan lokal dengan pola melody tradisional cako tifa atau (pukul tifa) dengan irisan rebabu.

Sesampai di dermaga tomalou, para tamu kembali diminta berjalan kaki sejauh 100 meter ke panggung utama acara dengan pengawalan ribuan warga tomalou dengan cara parade budaya.

Parade budaya ke lokasi acara

Pembukaan acara diawalai dengan ditampilkannya ritual adat Foladomo menggambarkan tata cara nelayan tomalou melakukan syariat sebelum menangkap ikan di lautan. Ritual itu dilakukan secara turun temurun dari leluhur mereka.

Tarian kolosal anak nelayan

Sultan Tidore, Husain Alting Sjah mengatakan dirinya mengapresiasi warga tomalaou khususnya para pemuda yang bisa membuat kegiatan festival kelas kelurahan bertaraf internasional.

” Dengan segala daya dan upayannya saya memberikan apresiasi yang sangat luar biasa meskipun kegiatan ini dilakukan di tomalaou kampung yang kecil namun gungnya berasa internasional,Sebab ada dua duta besar dari Australia dan Spanyol datang menyaksikan Ivent tersebut,” kata Sultan.

Ia menjelaskan,diselenggaranya Ivent ini sekaligus merajut kembali kebersamaan warga tidore dengan orang -orang eropa yang datang ke tidore pada abad ke- 16 silam.Selain itu,lanjut dia,festival tersebut menjadi starting awal kebangkitan pariwisata dan kebangkitan nelayan di tidore kepulauan.

Kolaborasi tarian adat dalam pembukaan FKNT

Konsulat jenderal Spanyol untuk Indonesia,Jose Maria Matres Manso mengaku,pegelaran festival kampung nelayan itu dinilai sangat luar biasa dan baru pertama kali dihadirinya selama berada di Indonesia.

” Ritual, tarian-taraian adat sampai cerita leluhur yang di tampilkan tadi sangat luar biasa dan itu seharusnya bisa di tampilkan ke pentas internasional,” ucapnya.

Foto bersama tamu VIP dan para penari

Sementara Konsulat Jenderal Australia untuk Indonesia di Makassar , Richard Mathew memaparkan berbicara pariwisata harusnya di kembangkan oleh masyarakat itu sendiri. Olehnya itu acara yang dilaksanakan oleh masyarakat dan pemuda tomalou hasilnya sangat nyata karena tak ada campur tangan pihak luar sebagai ivent organizer.

” Kami sudah ada hubungan denga Tidore maupun dengan ternate melalui kursus singkat pariwisata mudah-mudahan apa pengalaman pelajaran Indonesia ini bisa diterima di Australia sebagai bahan promosikan ivent ,” tuturnya.

Festival Kampung Nelayan Tomalou di laksanakan 8-11 Maret dengan berbagai acara menarik diantaranya :

– Ritual Foladomo
– Gerakan Bersih Pantai
– Kampanye Sadar Sampah
– Jaga Laut
– Lomba Mancing
– Lomba Dayung
– Lomba Renang
– Bacarita Sejarah Tomalou
– Lomba Fotografi Bahari
– Pekan Kuliner Serba Ikan
– Cerdas Cermat Nelayan

%d bloggers like this: