Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Meriah, Helaran Seni HUT ke 17 Kota Banjar

0 20

BANJAR JABAR – Pemerintah Kota Banjar melalui bidang kebudayaan, sabtu (22/2/2020) pagi menggelar kegiatan helaran seni. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan dalam rangka hari jadi ke 17 Kota Banjar,

Kegiatan bertema kolaborasi dan inovasi menuju banjar berseri dan barokah ini dihadiri oleh Wali Kota Banjar, Ade Uu Sukaesih, Wakil Walikota Banjar, H Nana Suryana, Wakapolres Banjar, Kompol Ade Nasjmuloh, Ketua DPRD Kota Banjar, Dadang R Kalyubi, perwakilan dari Bank bjb, serta para pejabat lingkup Pemkot Banjar.

“Tujuan dari helaran seni ini yaitu untuk memeriahkan hari jadi ke 17 Kota Banjar. Selain itu, melalui kegiatan helaran ini para pelaku seni dapat mengembangkan ekspresi seni, menumbuhkan dan melestarikan seni budaya tradisional sehingga dapat menumbuhkan kreatif, inovatif, dan rasa cinta terhadap seni dan budaya,”ujar Oom Supriyatna selaku Kabid Kebudayaan.

Dalam kegiatan tersebut, warga dan para pelajar Kota Banjar memenuhi sepanjang Jalan Letnan Suwarto, tak lain untuk menyaksikan berbagai kesenian helaran dan kebudayaan yang tampil dalam” Banjar Karnaval Budaya”.

Helaran seni ini menampilkan berbagai kesenian helaran dan kebudayaan dari utusan setiap Desa dan Kelurahan yang ada di Kota Banjar. Selain itu juga dimeriahkan penampilan kesenian dari daerah tetangga seperti dari Garut dan Kabupaten Ciamis.

Warga yang hadir dari berbagai pelosok terlihat sangat antusias menyaksikan beraneka kesenian helaran tersebut. Pasalnya helaran seni ini hanya ada setahun sekali.

Helaran ini pun dimanfaatkan sebagai hiburan akhir pekan. Warga memanfaatkannya untuk foto-foto dengan berbagai kesenian helaran yang unik.

Kegiatan diawali dengan kesenian pencak silat dan drumband dari siswa TK Bhayangkara. Kemudian acara dilanjutkan dengan tabuhan kentong oleh Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih yakni menandakan helaran dimulai.

Kesenian yang tampil diawal adalah dari tamu undangan Ciamis dan Garut. Dari Kabupaten Ciamis menampilkan helaran andalan seperti Mabokuy atau Manusia Boboko Dudukuy, Mengmeleng, Oorayan, Singa Lugay dan Hahayaman.

Dalam kesempatan ini, tak ketinggalan Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih dan Ketua DPRD Banjar Dadang Kalyubi menaiki Singa Lugay yang diusung oleh para kaum perempuan. Atraksi ini mendapat sambutan meriah dari masyarakat Banjar.

Sedangkan dari Garut menampilkan kesenian Raja Dogar dan Badogar. Kesenian ini mirip seperti ketangkasan adu domba. Namun pemerannya orang yang menggunakan kostum domba, kemudian saling beradu yang dipimpin seorang wasit, layaknya adu domba.

Sementara itu, tuan rumah Kota Banjar menampilkan kesenian Manuk Janur sebagai andalan. Dimana para penari pria dan wanita mengenakan kostum burung yang terbuat dari daun kelapa atau janur.

Tak ketinggalan kesenian jurig sarengseng dari desa binangun pun ikut tampil dalam helaran seni ini. Jurig sarengseng mempunyai makna bahwa ini merupakan gambaran bagi orang-orang serakah yang sering merusak lingkungan.

Pada kesempatan tersebut Walikota Banjar, Hj Ade Uu Sukaesih mengatakan, meski ada peningkatan, kekayaan seni budaya daerah harus terus dilestarikan dan bisa berkontribusi pada pengembangan sektor pariwisata. Menurutnya, hal ini dapat dilakukan oleh pemerintah desa atau pihak-pihak terkait misalnya melalui pementasan seni di area wisata sehingga berdampak pada ekonomi masyarakat.

“Saat ini kan banyak tempat wisata yang sudah dibangun seperti Pajamben, Ecopark, dan Situ Leutik. Dalam hal ini tinggal berinovasi dan dimaksimalkan dengan baik,” ujarnya.

Selanjutnya, dalam helaran seni ini, utusan dari setiap Desa dan Kelurahan di Banjar menampilkan kesenian-kesenian andalannya untuk dilombakan mencari kesenian terbaik yang dinilai oleh para dewan juri. ***Hermanto

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: