Cakrawala News
Portal Berita Online

Merawat Seni Kaligrafi di Kampung Seni Budaya Jurang Blimbing

SEMARANG, CAKRAWALA.CO- Jurang Blimbing, Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah dikenal sebagai kampung Tematis Seni Budaya. Selain menghidupkan seni ketoprak dan kuda lumping, sebagian warga Jurang Blimbing juga memiliki keahlian menulis atau melukis seni kaligrafi.

Seni kaligrafi dikenal warga Jurang Blimbing sejak era tahun sembilan puluhan (1990). Adalah Ustad Izudin (55), tokoh masyarakat sekaligus pelopor seni kaligrafi di Jurang Blimbing. Kecintaan terhadap seni kaligrafi ini ditunjukkan Izudin dengan menghimpun para remaja dan anak-anak muda untuk belajar seni kaligrafi.

Melalui Gerakan Kaligrafi Pemuda (Grafida) dan paguyuban seni Nalnilmuna, seni kaligrafi kini tumbuh dan berkembang di Jurang Blimbing. Kehadiran kaligrafi ini juga yang melatarbelakangi Universitas Diponegoro menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Seni Budaya di Kampung Jurang Blimbing.

Triyono, SH. M.Kn, dosen pembimbing KKN Tematik Undip mengungkapkan kampung Jurang Blimbing adalah kampung unik yang memiliki kekhasan tersendiri, karena warganya konsisten mempertahankan seni dan budaya, warisan pendahulumya. Di Jurang Blimbing tumbuh berkembang 3 seni, yaitu seni ketoprak. seni kuda lumping dan kaligrafi.

Dosen pembimbing KKN Tematik, Triyono, didampingi ketua panitia penyelenggara pelatihan, M Noverdi, membuka kegiatan pelatihan kaligrafi dengan menulis indah kaligrafi diatas kertas duplek (Foto : Syam)

Kepada cakrawala.co, senin (27/1), Triyono mengungkapkan untuk mempertahankan dan melestarikan seni dan budaya, warga Jurang Blimbing membentuk paguyuban seni ketoprak “Sri Mulyo”, paguyuban seni kuda lumping “Turangga Tunggak Semi” dan paguyuban seni kaligrafi “Nalnilmuna”.

“Sebagai wujud pengabdian masyarakat dan memberikan sumbang sih agar kebudayaan dan kesenian yang memiliki nilai kearifan lokal tersebut tetap terjaga dan terawat, Undip terpanggil untuk menggelar KKN di Kampung Jurang Blimbing,” kata Triyono.

Melalui kegiatan KKN Tematik Seni Budaya, para mahasiswa peserta KKN diharapkan membuat program kerja baik multi maupun mono disiplin yang bermanfaat untuk mendorong kelangsungan kesenian tersebut. “Alhamdulillah, kehadiran tim KKN Tematik Seni Budaya Undip diterima dengan baik dan Undip bisa bersinergi dengan warga Jurang Blimbing dalam memajukan kesenian di Jurang Blimbing,” ungkap pria penggiat seni karawitan ini.

Salah satu kegiatan yang mendapat antusias warga Jurang Blimbing adalah workshop atau pelatihan kaligrafi. Pelatihan kaligrafi yang digelar di ruang LPPM, Gedung ICT Undip, kamis, 23 Januari lalu, diikuti 35 peserta yang tergabung dalam Gerakan Kaligrafi Pemuda (Grafida) dan Ikatan Kawula Muda (Ikada) Jurang Blimbing.

Hadir sebagai narasumber Deddy Zuddah, seniman kaligrafi asal Rembang, menyampaikan materi seni kaligrafi Islam dan Kokoh Nugroho, seniman seni rupa asal Semarang menyajikan materi kaligrafi kontemporer.

Nara sumber Kokoh Nugroho menyajikan materi seni kaligrafi kontemporer (Foto : Syam)

M Noverdi, mahasiswa Fakultas Hukum Undip, Angkatan 2016, penggagas pelatihan mengungkapkan tertarik menggelar pelatihan kaligrafi tersebut karena ingin menjadi bagian dari warga Jurang Blimbing dalam ikut mengembangkan seni budaya, khususnya kaligrafi. “Saya melihat potensi generasi muda Jurang Blimbing di bidang seni patut dikembangkan, sehingga pelatihan ini bisa memotivasi mereka untuk terus berkarya,” kata Noverdi.

Kokoh Nugroho mengaku bersyukur bisa berinteraksi dengan warga Jurang Blimbing. Minat dan bakat seni, khususnya seni kaligrafi yang dimiliki warga Jurang Blimbing patut diapresiasi. “Pelatihan yang digelar tim KKN Tematik KKN ini sangat tepat karena bisa memberikan wacana baru mengenai teknik penulisan atau melukis kaligrafi,” kata pria yang juga anggota Dewan Kesenian semarang tersebut.

Kokoh berharap dari Jurang Blimbing kelak akan menghasilkan karya kaligrafi yang menasional bahkan mendunia.

Para peserta pelatihan kaligrafi antusias mengikuti pelatihan. (Foto : Syam)

Aufa (17) anggota Gerakan Kaligrafi Pemuda (Grafida) Jurang Blimbing mengaku bersyukur bisa mengikuti pelatihan kaligrafi ini. Selain bisa berinteraksi dengan para ahli seni kaligrafi, melalui pelatihan ini saya bisa mendapatkan ilmu pengetahuan baru mengenai teknik menulis atau melukis kaligrafi. “Saya mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai teknik menulis atau melukis kaligrafi, khususnya seni kaligrafi kontemporer,” ungkap Aufa.

Peserta pelatihan lainnya Ulul Khoiriyah (16) mengatakan sangat puas dengan penyelenggaraan kaligrafi yang digelar tim KKN Undip ini. “Nara sumbernya sangat ahli dan memberikan banyak pengetahuan kepada kami yang memang haus ilmu” kata Ulul. Baik Aufa maupun Ulul, berharap pelatihan kaligrafi bisa digelar kembali di waktu mendatang.

Menurut rencana hasil karya dari pelatihan ini akan digelar dalam pameran kaligrafi, bersamaan dengan pementasan ketoprak dengan lakon suminten edan dan penutupan KKN Tematik Undip, 8 Februari mendatang. (Syam)

%d bloggers like this: