Cakrawala News
Portal Berita Online

Merasa Tertipu Biro Umroh Travel SBL, Pemilik Toko Buku Mandiri Jaya Madiun Lapor Polisi

0 66

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Teddy Kurniawan, pemilik toko buku Mandiri Jaya yang beralamat di Jalan Bali – Kota Madiun, merasa tertipu karena tak kunjung diberangkatkan meski sudah membayar lunas, oleh biro umroh Solusi Balad Lumampah (SBL), akhirnya melapor ke Mapolres Madiun Kota.

Adalah Andi Ruslani, pemilik biro umroh Solusi Balad Lumampah (SBL), yang beralamat di Jalan Mundu No. 4B yang diduga sudah melakukan penipuan terhadap Tedy Kurniawan. Teddy menjelaskan kronologi dugaan penipuan kepada wartawan, Rabu 26 Februari 2020.

Teddy menjelaskan, awalnya toko buku miliknya mengadakan undian tahunan untuk konsumen, dengan hadiah utama Ibadah Umroh untuk 2 orang pemenang. Ia mendapatkan 2 nama pemenang hadiah utama sekitar bulan November 2017 lalu. Sebagai syarat pertama keberangkatan, ia membayar uang muka sebesar 10 juta rupiah, pada 17 November 2017, serta pelunasan tertanggal kuitansi 12 Desember 2017 senilai 41 juta rupiah.

ads bukopin

Sesuai kesepakatan, 2 jamaah akan berangkat pada bulan Desember 2018. Dengan alasan calon jamaah umroh belum melakukan suntik vaksin, maka SBL menunda keberangkatan pada bulan Februari 2019. Setelah itu bukannya berangkat, namun lewat dari waktu yang dijanjikan, keberangkatan mereka malah diundur lagi hingga April 2019.

“Saya juga sudah tanya kepada konsumen saya yang 2 orang tadi, bagaimana dengan penundaan keberangkatan ini, apakah keberatan atau tidak. Dan mereka hanya menjawab tidak apa – apa,” terang Teddy.

Karena 2 orang konsumennya tak kunjung diberangkatkan oleh Solusi Balad Lumampah (SBL), maka Teddy berinisiatif untuk pindah biro umroh yang lain. Tak berhenti sampai disitu, Teddy akhirnya melaporkan kejadian yang menimpanya ini ke Mapolres Madiun Kota, tertanggal 22 November 2019.

“Berkasnya sudah sampai ke kejaksaan. Tapi saat ini posisi Andi masih bebas dan berada di rumahnya. Kejaksaan tidak melakukan penahanan, dengan harapan dia masih beritikad baik untuk mengembalikan uang yang sudah saya setorkan, tapi ternyata tidak,” ungkap Tedy.

Tedy berharap uang yang telah ia setorkan kepada Andi dapat kembali utuh. Namun ia juga sudah memikirkan kemungkinan terburuk apabila uangnya sudah tidak mungkin bisa kembali, ia hanya ingin Andi dapat diproses secara hukum.

“Ya, saya maunya uang saya bisa kembali. Misalkan dengan cara dicicil, mau saya 5 juta rupiah perbulan, jangan 1 juta lah. Tapi kalaupun tidak bisa, ya diproses hukum sajalah,” tegasnya.*(Ayu/Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.