Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Menyongsong Hari Pahlawan Pelajar Smamita Mendapat Guru Spesial Veteran Kemerdekaan

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO-Memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November 2019. SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) melaksanakan upacara bersama para veteran, selain itu para pejuang kemerdekaan, selama satu jam berbagi ilmunya kepada siswa-siswi Smamita.

Keempat veteran yang menjadi guru pada hari Jumat 8 November 2019, adalah Peltu (purn) Rusbadi, Kalijaten, Kecamatan Taman, Sidoarjo yang tak lain Ketua Ranting Veteran Taman. Selain itu ada Serma (purn) Djuremi, Serma (purn) Subandi dan Mayor (purn) Isprijadi.

Rata-rata para siswa dan siswi Smamita ini mengikuti pelajaran dengan guru para veteran itu hampir satu jam secara bergantian di setiap kelas. Sebelumnya, para veteran ini juga ikut upacara di halaman Smamita dan diberi bingkisan berupa sembako dan tunai.

“Para siswa kita beri materi pengenalan sejarah bangsa sebelum 1945 sampai kemerdekaan. Dan memberi motivasi bela negara, mulai selama di jajah 350 tahun oleh Belanda dan 3,5 tahun oleh Jepang,” kata Serma (purn) Djuremi HR (74), di hadapan siswa dan siswi kelas XI IPS 3.

Serma (purn) Marinir Djuremi HR, membagikan pengalaman dan ilmunya ke siswa. (Foto/Win)

Tidak hanya itu, kata (purn) Marinir pangkat Serma Djuremi saat ini posisi orang luar negeri sama dengan pelajar Indonesia termasuk di Smamita. Seharusnya pelajar Smamita bisa sebanding dengan pelajar diluar negeri.

“Beda di jaman penjajahan saat tempur kita kalah persenjataan. Belanda dan Jepang sudah pakai senjata otomatis kita pakai senjata kokangan dan bambu. Belum lagi kalau jadi tawanan dipekerjakan siang malam tanpa upah,” ungkapnya.

Suana pelajaran di dalam kelas selama satu jam itu tampak makin terasa. Apalagi, para siswa dan siswi Smamita mengenakan pakaian ala pejuang sebelum Tahun 1945 silam.

Sementara Kepala Smamita, Zainal Arif Fakhrudi menegaskan kegiatan satu jam bersama para veteran itu agar siswa dan siswinya mengenali para pelaku sejarah Kemerdekaan RI. Baginya belajar di kelas bersama para veteran (pahlawan) itu bermakna mendalam. Hal itu sesuai dengan momen hari pahlawan.

“Kami harap bisa menumbubkembangka kecintaan para pelajar kepada para pahlawan sesungguhnya. Apalagi saat ini banyak pelajar lupa akan perjuangan pahlawan karena terlalu sering main Hand Phone (HP) atau gadget,” tegasnya.

Karena itu, kata Arif dengan menghadirkan para veteran itu akan menumbuhkan kecintaan terhadap pahlawan. Harapan lainnya para pelajar Smamita terinspirasi perjuangan para veteran melawan penjajah itu.

“Soal santunan ke veteran itu kegiatan rutin kami setiap tahun. Tapi kali ini kami mendekatkan para peserta didik dengan para pahlawan sesungguhnya (veteran) saat proses belajar mengajar satu jam di kelas itu,” tandasnya.  (Win)

 

Facebook Comments
%d bloggers like this: