Cakrawala News
Portal Berita Online

Menuai Polemik, Mozaik Berbentuk Salib Jalan Sudirman Solo Akhirnya Dihapus

SOLO JATENG CAKRAWALA.CO ,- Ratusan massa dari Dewan Syariah Kota Solo, Jawa Tengah menggelar aksi unjuk rasa meminta Pemkot Solo mengubah desain penataan paving di koridor jalan  Jenderal Sudirman depan balikota Solo yang dianggap mirip Salib.

Dengan membentangkan spanduk dan poster bertuliskan penolakan terhadap ornamen mirip salib di sekitar tugu Pamandengan, Jalan Jendral Sudirman, ratusan masa terus memprotes  mozaik mirip salib di depan kantor balai kota Solo tersebut.

Dalam orasinya mereka meminta agar pemkot Solo segera menutup mozaik yang mirip salib tersebut atau dirubah bentuknya agar tidak memancing perasaan dari warga lainnya.

Pasalnya mozaik mirip salib tersebut telah berdampak terhadap beberapa komintas muslim di Soloraya, mereka juga meminta jalan jenderal sudirman yang merupakan nama seorang tokoh muslim, tokoh perang gerilya tidak dinodai dengan mozaik mirip salib tersebut.

Setelah menggelar pertemuan tertutup dengan beberapa tokoh agama membahas masalah ornamen mirip salib tersebut, pemerintah kota Solo akhirnya memilih menutup ornamen mirip salib yang berada di jalan jenderal sudirman tepatnya di depan balai kota dengan menggunakan cat.

Wakil wali kota Solo Achmad Purnomo mewakili walikota Solo menjelaskan  dalam pertemuan dengan beberapa tokoh agama membahas masalah ornamen mirip salib, ada beberapa tawaran solusi namun pihak pemkot perlu waktu untuk memutuskannya.

“ untuk sementara pemkot memilih untuk menutup ornamen paving berwarna tersebut dengan menggunakan cat agar tidak menimbulkan polemic,”kata Achmad Purnomo kepada wartawan, baru baru ini.

Meski demikian pemerintah akan mempertimbangkan solusi dan koreksi atas desain tersebut.

“pemerintah sama sekali tidak bermaksud membuat ornamen mirip salib, mereka mendesain bentuk-bentuk simbolik yang terinspirasi dari keraton kasunanan Surakarta, yaknii delapan arah mata angin meski empat penjuru berukuran besar dan empat berukuran kecil, namun kedepanya akan dikoreksi agar dibuat sama besar,”ungkap wakil walikota.

Menurutnya sebab kawasan Gladak hingga tugu pamandengan memiliki kaitan khusus dengan keraton penerus dinasti Mataram Islam tersebut.

Sementara itu, juru bicara Dewan Syariah Kota Solo Endro Sudarsono menjelaskan banyak masyarakat yang mempertanyakan kemiripan desain ornamen jalan itu dengan bentuk salib dan pihaknya mengaku sudah cukup gembira karena ada itikad baik dari pemerintah kota untuk menghapus ornamen tersebut.

“kami berharap penutupan tersebut bersifat permanen jangan sampai luntur atau mengelupas,’ujar Endro.***Agung

%d bloggers like this: