Cakrawala News
Portal Berita Online

Menko Luhut Resmikan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Pertama di Indonesia

0 572

TERNATE,CAKRAWALA.CO-Pabrik pengelolaan bahan baku baterai kendaraan listrik Lithium-Ion pertama di Indonesia resmi beroprasi di Provinsi Maluku Utara.

Pabrik yang memproduksi campuran padatan hidroksida dari nikel dan kobalt (Mixed Hydroxide Precipitate – MHP) itu berlokasi di Kawasi,Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan,Provinsi Maluku Utara, Rabu 23 Juli 2021.

Peresmian operasional pabrik dilakukan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, didampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Investasi/Kepala Badan Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba, Bupati Halmahera Selatan Usman Sidik.

Perusahan Harita Group melalui Halmahera Persada Lygend telah memasuki fase produksi pemurnian nikel kadar rendah sebelum diproses lebih lanjut menjadi nikel sulfat dan kobalt sulfat material utama baterai kendaraan listrik.

Pemurnian nikel kadar rendah dengan menggunakan teknologi hidrometalurgi High Pressure Acid Leach (HPAL) itu memiliki kapasitas produksi MHP sebesar 365 ribu ton per tahun.

Komisaris Utama Halmahera Persada Lygend, Stevi Thomas  mengaku, fasilitas pengolahan dan pemurnian bijih nikel kadar rendah (Limonite) mengunakan teknologi hydrometallurgy yang dikenal dengan High Pressure Acid Leach (HPAL).

“ Konstruksi HPAL dimulai pada Agustus 2018 dan siap berproduksi secara komersial. Ini menjadi pabrik HPAL pertama di Indonesia,” ucap Stevi.

Berdirinya HPAL akan menjadi pengembangan hilirisasi serta mendukung industri kendaraan listrik di Indonesia . Pemurnian nikel dengan teknologi hidrometalurgi HPAL menghasilkan produk yang sangat bermanfaat dalam upaya mengurangi emisi, serta sangat mendukung konservasi mineral, khususnya nikel.

Sementara Menteri Kordinator Bidang Maritim dan Investasi Indonesia mengungkapkan Halmahera Persada Lygend adalah pabrik pertama bahan baku baterai kendaraan listrik di Indonesia dan nantinya pabrik semacam akan muncul di wilayah lainnya di indonesia .

“ Tidak kalah penting, industri ini akan menyerap lebih dari 20 ribu tenaga kerja nantinya. Pembangunan daerah akan lebih cepat. Ini adalah aset bangsa. Kita harus lindungi. Namun lingkungan juga harus dijaga,” jelas Luhut.

Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatangan prasasti oleh Menteri Luhut. Prosesi ini juga menandai ekspor perdana MHP dari Indonesia.***(ivn/id)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.