Cakrawala News
Portal Berita Online

Menjaga Identitas Pribadi pada Sertifikat Vaksin

0 148

KOTA CIMAHI JABAR CAKRAWALA.CO – Identitas pribadi merupakan aset berharga di dunia digital.  Identitas ini juga menentukan masa depan kita melalui dunia digital.

Perlindungan data pribadi diperlukan karena hingga saat ini belum ada produk hukum yang mempertegas perlindungan data pribadi, serta minimnya pengawasan lembaga pemerintahan terhadap perlindungan data pribadi.

Ketika masuk ke ranah digital, kita harus pintar-pintar untuk cek fakta. Sangat penting bagi kita untuk menjadi netizen yang pintar untuk menghindari potensi kejahatan digital.

“Cek fakta ini menjadi penting ketika kita ingin aman, nyaman, dan selamat saat berselancar di ruang digital bahkan menghindari kejahatan digital,” imbau Irsan Maulana sebagai Ketua Relawan TIK Kota Cimahi dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (13/10/2021) pagi.

Mengapa hal tersebut perlu dilakukan? Hal ini karena banyak sekali kasus penyalahgunaan data pribadi yang berawal dari kurangnya cek fakta. Salah satu yang sempat ramai diperbincangkan ialah pencetakan sertifikat vaksin. Hal ini tentu berbahaya karena data berisi NIK kita yang tertera dalam sertifikat tersebut bisa disalahgunakan.

Cetak kartu vaksin juga tidak ada kewajiban dari pemerintah. Bahkan pemerintah menyarankan untuk tidak mencetak kartu vaksin karena sertifikatnya sudah ada di laman atau aplikasi peduli lindungi.

“Ketika kita mengecek sertifikat dengan orang yang tidak kita kenal, ini (sertifikat vaksin) bisa digunakan di manapun,” ungkapnya.

Ia mengatakan, cek sendiri. lebih baik dibandingkan meminta orang lain selain keluarga untuk mengeceknya. Hal ini karena riwayat sertifikat vaksin akan tersimpan di aplikasi peduli lindungi. Jadi, orang lain bisa melihat data pribadi kita.

Menurut Irsan, kejahatan yang akan timbul akibat data pribadi yaitu cyberbullying, phishing, cracking, stalking, pencurian barang, stalking, Apabila kita memiliki masalah terkait kejahatan tersebut, kita bisa melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (13/10/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara, Stefany Anggriani (Makeup Beauty Influencer), Litani Wattimena (Brand & Communication Strategist), Kis Uriel (Storytelling & Self Development Coach), dan Carissa Muhamarta sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.