Cakrawala News
Portal Berita Online

Menilik Kepemimpinan Tri Rismaharini yang Adaptif Untuk Surabaya yang Efektif

0

Menilik Kepemimpinan Tri Rismaharini yang Adaptif Untuk Surabaya yang Efektif

Oleh Faishal Khairy Sentosa, Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia.

 

Jika kita sedang membahas gaya kepemimpinan, kita akan selalu teringat dengan gaya kepemimpinan Tri Rismaharini atau yang biasa kita kenal dengan Bu Risma saat menjabat sebagai Walikota Surabaya. Siapa yang tidak kenal beliau dengan gaya kepemimpinannya yang dapat mengikat hati para masyarakatnya menggunakan kepemimpinan yang demokratis dan adaptif. Dimana kepemimpinan adaptif adalah kemampuan pemimpin untuk mengakomodasi semua kepentingan masing-masing peserta dalam rangka mencapai tujuan bersama, dan mengelola kepentingan politik di dalam organisasi dan masalah kekuasaan di dalam serta di luar organisasi untuk menghasilkan kolaborasi.

Pemimpin yang menerapkan teori kepemimpinan adaptif ini lebih dari sekadar mengatasi tantangan dan menemukan cara untuk menyelesaikannya. Mereka juga mengantisipasi tantangan dan mampu mengidentifikasi akar penyebabnya. (Bradberry & Greaves, 2012). Oleh karena itu, beliau banyak melakukan perubahan dalam birokrasi untuk beradaptasi di era digital pada saat ini. Bukan hanya itu, tata kelola birokrasi pada pemerintahan Kota Surabaya pun banyak yang diubah sesuai dengan kebutuhan agar lebih efisien.

Fokus utama dari Bu Risma memberanikan maju sebagai Walikota Surabaya adalah ingin mengabdi kepada masyarakat sebagai wujud pemenuhan kepemimpinan dan keyakinannya. Banyak karya dan kerja nyata yang telah dilakukan oleh Bu Risma untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya sebagai bentuk inovasi ke arah yang lebih baik. Misalnya saat Bu Risma menerapkan e-Government pada tata kelola birokrasinya untuk Kota Surabaya.

Salah satu dari bentuk inovasi tersebut adalah Aplikasi mobile smart terkait pelayanan publik dan partisipasi melalui Media Center, e-Wadul dan Surabaya Smart City. GMRS merupakan sistem yang dibentuk oleh Pemerintah Kota Surabaya untuk mendukung seluruh pelayanan publik mulai dari teknologi manual hingga digitalisasi, baik itu protokol, pelatihan, maupun transportasi umum. Dengan konsep rencana inovatif ini, Surabaya kini menjadi rujukan bagi pengelolaan angkutan umum dan layanan publik online di berbagai daerah.

Selain itu, Bu Risma juga melakukan penataan pada ruang terbuka hijau hingga mengalami peningkatan yang menjanjikan dan banyak lahan kosong yang telah berubah menjadi taman. hal itu dapat terlihat dari setiap kelurahan yang minimal memiliki satu bank sampah dan pabrik pengomposan terpadu. Disamping itu juga, hasil pengelolaan sampah yang dilakukan Bu Risma dapat dibuktikan dengan menggunakan sampah tidak hanya sebagai bahan keterampilan daur ulang saja, tetapi juga digunakan sebagai sumber energi listrik. Dengan demikian, Bu Risma resmi dinobatkan sebagai walikota terbaik ketiga di dunia oleh walikota dunia, walikota dunia adalah organisasi nirlaba dengan standar internasional dan mendorong pembentukan sistem pemerintahan yang baik.

Dengan semua kerja dan karya nyata Bu Risma tersebut, beliau mendapat banyak prestasi saat mengemban amanah menjadi Walikota Surabaya dengan memprioritaskan pengabdian kepada masyarakat. Disamping dengan kerja nyata yang dilakukan oleh Bu Risma sendiri, Ia pun terkenal sebagai wanita yang menjalankan amanahnya dengan tegas dan tanpa kompromi.

Beliau bisa saja memarahi bawahannya jika dinilai kerjanya tidak benar, tidak jujur, dan tidak sesuai prosedur. Pernah suatu ketika beberapa pejabat DPRD berusaha mengusir Bu Risma dari jabatan Wali Kota Surabaya, karena dinilai terlalu tegas dan berani untuk memarahi bawahannya. Dengan demikian, gaya kepemimpinan dari Bu Risma ini dapat tergambar dan terkombinasi dengan 5 karakteristik gaya kepemimpinan yang dimiliki Patterson:

1. Cinta Kasih

Menjalankan kepemimpinan dengan cinta kasih, bergerak menuju lebih baik dengan menggunakan hati nuraninya sebagai Walikota Surabaya dengan penanaman nilai-nilai moral etika yang baik ke semua staf yang dibawahinya agar dapat selalu bertindak dengan baik dan dengan alasan yang tepat pada waktu yang tepat.

Bu Risma memiliki sikap empati yang berlebih untuk masyarakatnya. Dengan sikap yang sederhananya, beliau sangat jujur dan transparan kepada seluruh masyarakatnya agar tidak menciptakan kesalahpahaman antara pejabat dengan masyarakatnya. Beliau juga sangat peduli pada rakyat dan bawahannya, serta sangat sederhana dan merakyat.

2. Visi

Ia dapat membangun visi bersama melalui tekad dan motivasi yang terus diberikan kepada seluruh jajaran yang dipimpinnya. Pola nilai yang dibawa mendasari cetak biru visioner yang unik untuk masa depan Surabaya, Seperti melakukan pendorongan inovasi, komitmen dan motivasi karyawan, efektivitas, dan membangun kesuksesan.

Bu Risma juga memanfaatkan teknologi informasi untuk menjadikan Kota Surabaya menjadi smart city dengan budaya kerja yang gesit dan tanggap sehingga berhasil mengubah pola tata kelola publik yang lambat menjadi efektif. Dinilai karena inovasi-inovasinya yang cemerlang, Bu Risma bisa membawa kota Surabaya menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang mendapat penghargaan internasional dari London Summit Leaders kategori Innovative City of the Future.

3. Melayani

Membangun pemerintahan yang kuat melalui pembangunan infrastruktur dan pengembangan talenta yang lebih manusiawi dalam program pemberdayaan masyarakat merupakan bentuk kepemimpinan Bu Risma yang mengutamakan pelayanan Kota Surabaya. Surabaya ditangan Bu Risma juga mengembangkan 3 program, yaitu perbaikan taman, pembangunan infrastruktur dan pengendalian banjir. Pengadaan taman ini dinilai program yang paling sukses, karena Kota Surabaya menjadi lebih hijau dan indah, serta telah menjadi kota yang lebih ramah lingkungan.

Karena program tersebut, Surabaya telah mempunyai lebih dari 50 ruang terbuka hijau, dan diikuti dengan pembangunan infrastruktur termasuk pembangunan jalan dan saluran air. Pembangunan jalan dan perbaikan jalan di Surabaya sedang dilakukan untuk mengurai kemacetan lalu lintas. Ditambah lagi aktivasi saluran air yang sudah mulai dibenahi dengan melalui box culvert yang mengeluarkan air untuk mencegah terbentuknya genangan air saat hujan.

4. Partisipasi Aktif Pihak Lain

Bu Risma selalu terbuka untuk para jajarannya dalam mendengarkan pendapat serta selalu menghargai keberagaman yang memberikan dampak pada pengikutnya jadi merasa dipedulikan. Semua kepala dihubungkan menjadi satu mencari jalan keluar yang terbaik untuk Surabaya yang efektif. Beliau pun sering melakukan interaksi dan kontak dengan bawahan serta masyarakat.

5. Altruisme Dalam Kepemimpinannya.

Bu Risma selalu menanamkan perasaan tulus pada semua rekan kerja yang dia pimpin dan memotivasi semua rekan kerja yang dipimpinnya untuk melihat pekerjaan sebagai bagian dari keyakinan mereka sehingga mereka dapat dengan tulus melayani masyarakat.

Kegigihannya dalam membimbing dan memecahkan masalah tentu sangat membantu dalam menyelesaikan masalah yang ada. Selain itu, karena rasa tanggung jawab dan nilai spiritual yang tinggi sebagai walikota Surabaya, ia menunjukkan kepemimpinannya yang tulus dalam melayani masyarakat setempat.

 

Sumber :

Bradberry, T, & Greaves, J. (2012). Leadership 2.0. United States of America: TalentSmart

Bass, B.M. (1981) Leadership and Performance Beyond Expectations. New York: The Free Press.

Obolensky, N. (2010). Complex Adaptive Leadership Embracing paradox and uncertainty. Taylor and Francis Group.

Sahah, A. (2017). Realitas Citra Politik Tri Rismaharini. Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik.

Tuti, R. W. (2020). Kepemimpinan Walikota Surabaya Tri Rismaharini Sebagai Model Birokrasi Efektif. Perspektif Komunikasi: Jurnal Ilmu Komunikasi Politik Dan Komunikasi Bisnis.

Leave A Reply

Your email address will not be published.