Cakrawala News
Portal Berita Online

Menilik Karismatik Kepemimpinan Presiden Soekarno

1

Menilik Karismatik Kepemimpinan Presiden Soekarno

Penulis: Rizky Pratama. Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, 

Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia

 

Gaya kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan dan kesiapan yang dimiliki seseorang pemimpin untuk memengaruhi orang lain dengan memotivasi, menggerakkan, mengarahkan, mengajak, menuntun dan jika perlu memaksa mereka untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Presiden yang tengah menjabat selalu punya gaya kepemimpinannya masing-masing, gaya kepemimpinan mereka tersebut diharapkan mampu mewujudkan negara yang makmur, adil, dan sejahtera dengan prioritas utama adalah hajat hidup orang banyak. Visi kepemimpinan yang jelas akan membentuk pedoman dasar bagi para pemimpin dalam menyusun misi dan rencana kerja yang lebih khusus, kualitas seorang pemimpin dapat dilihat dari visi yang dimilikinya. Jauh sebelum Indonesia merdeka Ir. Soekarno telah membayangkan seperti apa bangsa yang diinginkannya, yaitu bangsa yang berdaulat dan mampu mengatur sendiri kehidupannya.

Siapa yang tidak mengenal sosok Ir. Soekarno? di Indonesia sendiri tidak ada satupun orang yang tidak kenal sosok Ir. Soekarno yang ikonis bersama dengan Bung Hatta yang merupakan pemeran utama dalam kemerdekaan di Indonesia. Pria yang biasa dipanggil Bung Karno ini semasa hidupnya beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Meskipun Ir. Soekarno lahir dari rahim bangsawan, yakni keluarga terhormat secara struktur sosial, namun kedua orang tuanya menjalani hidup yang sangat pas-pasan dan sering kali hidup serba kekurangan. Ir. Soekarno kecil sudah mengenal lapar, hidup serba terbatas, dan menghemat sejak dia kecil. Namun hal tersebut tidak membuatnya minder, justru lewat situasi yang pahit itulah Soekarno terdidik serta terbentuklah kepribadian yang tangguh, matang, dan pekerja keras. Kehidupan Ir. Soekarno lah salah satu faktor yang membentuk gaya kepemimpinannya yang karismatik itu. Semasa hidupnya, Soekarno merupakan sosok yang senang dan selalu senantiasa belajar apa saja dan dari siapa saja.

Ir. Soekarno merupakan sosok yang berwibawa, karismatik, cendekiawan, dan bahkan sosok yang sempurna sebagai pemimpin bangsa. beliau pula merupakan seorang pemimpin yang lentur terhadap gaya, tetap tegas dalam standar, serta teristimewa di saat adanya kemajemukan rakyat Indonesia. Kita pula tahu bahwa Beliau memiliki gaya kepemimpinan yang sangat populis, bertemperamen meluap-luap, tidak jarang lembut dan menyukai keindahan.

Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Ir. Soekarno berorientasi pada moral dan etika ideologi yang mendasari negara atau partai sehingga sangat konsisten dan sangat fanatik, hal tersebut membuatnya cocok diterapkan pada era tersebut. Ir. Soekarno pula adalah sosok berkharisma, percaya diri yang kuat, penuh daya tarik, penuh inisiatif dan inovatif serta kaya akan ide dan gagasan baru. Walaupun banyak kelebihan dari gaya kepemimpinan beliau, namun tetap saja ada kelemahan semacam kurang hati-hati dalam mengambil keputusan dan ceroboh.

Di Indonesia, tokoh seperti Ir. Soekarno merupakan salah satu contoh pemimpin karismatik yang sulit ditemui lagi pada masa sekarang. Beliau adalah seorang pemimpin mampu mengubah seseorang dan melakukan banyak hal, beliau piawai dalam mengubah persepsi orang, membuat orang lain tunduk pada perintahnya, dan juga menjalankan apa yang diinginkannya. Kemampuan Ir. Soekarno menggerakkan, memengaruhi, dan berdiplomasi telah menyatukan berbagai suku, agama, ras, dan golongan membentuk satu kesatuan yang bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Begitulah kepemimpinan dari Ir. Soekarno yang dipuji-puji serta dipuja-puja oleh banyak rakyat Indonesia karena karisma yang beliau tunjukkan kepada rakyat Indonesia. Dengan menilik bagaimana kepemimpinan Ir. Soekarno, kita sadar tentang bagaimana sosok pemimpin yang karismatik sangat dibutuhkan saat ini. Indonesia membutuhkan sosok karismatik seperti Ir. Soekarno yang memiliki semangat pantang menyerah dan rela berkorban demi persatuan dan kesatuan serta kesejahteraan bangsanya. Apalagi pada masa industri 4.0 yang membuat Indonesia harus bisa setidaknya bertahan di era digital saat ini atau bahkan mungkin justru Indonesia mampu memanfaatkan industri 4.0 demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia akan bergantung dengan bagaimana sosok pemimpin Indonesia memimpin negeri ini.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

1 Comment
  1. erik says

    Soekarno dan karisma memang sesuatu yang tidak bisa dipisahkan

Leave A Reply

Your email address will not be published.