Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Mengharukan, Rumah Tahfidz Hadijah Hidup dari Cilor

CIBINONG, CAKRAWALA.CO,- Anda mungkin akan kaget kalau sebuah rumah tahfidz bisa dibiayai oleh penjualan cilor alias aci telor. Yakni makanan terbuat dari tepung kanji (aci) yang di dalamnya ada telor. Penjualanya namanya Rinaldy Aslim (38).

Inilah yang terjadi pada Rumah Tahfidz Hadijah di Cimanggis Billabong Bojonggede. Rumah itu hanya sebuah kontrakan yang menjadi tempat untuk mengaji menghafal Al-Qur’an. Jumlahnya  62 orang berdiri sejak November 2018.

Rumah tahfidz ini didirikan oleh Rinaldy dan tiga kawannya sebagai ikhtiar membumikan Al-Qur’an. Ia sendiri bukan hafidz Al-Qur’an 30 juz melainkan hanya sebagai penjual cilor dan guru biasa saja yang ingin agar banyak orang tidak seperti dia, melainkan menjadi hafidz beneran.

“Ibarat sebuah restoran, pengelola dan pemiliknya tak harus bisa memasak melainkan ada ahlinya yang menangani. Begitu pun Rumah Tahfidz ini. Ia dan kawannya mencari biaya dari berdagang dan ada guru yang ia gaji semampunya,” kata Rinaldi.

Ia menambahkan bahwa apa yang ia dan tiga kawannya dirikan adalah hanya sebuah ikhtiar membuka ladang amal. Ia sendiri memang mengajarkan ngaji juga dan doa-doa harian buat anak-anak, tapi untuk tahfidznya ada gurunya sendiri.

“Dengan adanya rumah tahfidz diharapkan ada ruang buat sedekah bagi siapa saja. Kamipun sedekah dari hasil jualan. Dan juga sedekah ilmu. Orang lain juga melakukannya. Ada yang jualan sandal japit, bubur ayam basmallah, dan sebagainya. Saya buka tromol di warung nasi goreng dan lainnya. Maklum, para santri yang ngaji semuanya 100 persen gratis, sehingga kalau ada orang tua sedekah ya sedekah buat kemajuan anaknya juga,” katanya.

Rinaldy, pengelola Rumah Tahfidz Hadijah, Bojonggede Bogor. (fur)

 

Ketika ada pagelaran Bojonggede Menghafal, sebagian santrinya tampil mengharukan. Bukan hanya karena para santrinya yang heboh, melainkan juga karena usaha para pengelolanya yang super semangat.

Dari jualan cilor saja yang untungnya hanya sekitar 50 ribuan sehari bisa lahir rumah tahfidz apalagi para pedagang besar yang omsetnya milyaran mustinya lebih banyak lagi lahir rumah tahfidz. Tentu kalau tergerak hatinya untuk bersama-sama membumikan Al-Qur’an. Semoga. (fur/10/2/2019).

Facebook Comments
%d bloggers like this: