Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Mengenang Almarhum Praka Zulkifli, Pembebas 344 Warga Sipil yang Disandra OPM

Jakarta, Cakrawala.co,- Sejumlah anggota aparat menjadi korban akibat kerusuhan di Expo Waena, Jayapura, Papua. Satu prajurit TNI Praka Zulkifli gugur, Senin (23/9/2019). Praka Zulkifli, gugur akibat diserang mahasiswa di Universitas Cenderawasih (Uncen), Papua. Saat diserang, Praka Zulkifli sedang menyantap makan siang di sela tugas pengamanan unjuk rasa mahasiswa.
Bukan hanya Praka Zulkifli, 100 anggota Brimob yang sedang melakukan pengamanan turut diserang dengan batu, kayu, dan besi. Akibat penyerangan, enam personel Brimob terluka. Para korban yang terluka langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Papua untuk mendapatkan pertolongan medis. Dalam peristiwa ini, polisi mengamankan 318 mahasiswa yang diduga sebagai perusuh.
Pemulangan para pendemo ke kawasan Expo sesuai kesepakatan dengan Kapolres Kota Jayapura. Polisi membantu pemulangan pendemo yang sebelumnya berada di halaman depan auditorium menggunakan 15 truk. Namun, saat kendaraan yang mengangkut mereka berada di Jembatan Waena, para pendemo minta diturunkan dari truk. Pendemo tiba-tiba menyerang anggota TNI yang beristirahat di warung.
Praka Zulkifli termasuk salah satu anggota yang ikut dalam operasi membebaskan 344 orang yang disandera OPM. Praka Zulkifli bersama personel yang terlibat diberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa usai operasi tersebut.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII Cenderawasih Letkol Eko Daryanto berbelasungkawa atas gugurnya Praka Zulkifli yang tewas saat kerusuhan di Jayapura, Papua. Eko menyebut, Zulkifli diserang secara brutal menggunakan senjata tajam detik.com, 23/9/2019).
Dia menjelaskan, sebelum dianiaya, Zulkifli sedang menjalankan tugas Bantuan Kendali Operasi (BKO) ke Polda Papua. Saat itu, lenjut Eko, Zulkifli ikut mengawal dan mengamankan massa ke arah Expo Waena dari arah Universitas Cenderawasih.
Eko menuturkan, Zulkifli mengalami luka bacok di kepala bagian belakang. Zulkifli kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara, namun karena pendarahan hebat akhirnya tidak tertolong.
Eko kemudian menjelaskan soal peristiwa Banti yang terjadi pada November 2017 lalu. Saat itu, menurut Eko, Zulkifli menjadi salah satu prajurit yang ikut andil dalam membebaskan 344 warga sipil yang disandera OPM.

“Atas peristiwa yang dialami almarhum, apalagi, dengan jejak penugasannya yang luar biasa, selaku pimpinan tertinggi di Kodam XVII/Cenderawasih, Pangdam Mayjen TNI Herman Asaribab, menyatakan turut berduka cita yang setinggi tingginya kepada keluarga Almarhum dan Yonif 75 ,” tegasnya.

“Sebagai seorang prajurit, almarhum telah memberikan bakti terbaiknya kepada bangsa dan negara dengan memberikan jiwa dan raganya demi terciptanya rasa aman di tanah Papua,” ucap Kapendam, menirukan pernyataan Panglima. (fur/detik).

Facebook Comments
%d bloggers like this: