Mengenal Lebih Dekat Sertu Juyono, Prajurit Kodim 0611 Garut

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO ,- Sosok berperawakan tinggi tegap ini memang sosok yang ideal untuk ukuran prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ia adalah  Sertu Juyono anggota Kodim 0611 Garut yang bertugas sehari hari sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Juyono lahir di Jepara 12 Agustus 1975 baru saja merayakan ulang tahun yang ke 44 pada bulan Agustus 2019 ini, usia produktif yang kini dijalaninya sebagai seorang abdi negara, abdi bangsa yang setiap saat harus siap berangkat jika ada panggilan negara untuk berbagai kepentingan orang banyak.

Bagi suami dari Yanti Nurmayanti ini, bertugas sebagai alat negara di TNI Angkatan Darat adalah pengabdian tiada henti. Semenjak bertugas sebagai Babinsa di Desa Sukasenang Kecamatan Banyuresmi tidak pernah lelah dan berhenti mengabdikan dirinya pada kepentingan warga yang membutuhkan kehadirannya.

Ayah dari Muhammad Alfian Ydhoyono dan Nurajizah Suci Putriyono ini lebih banyak menghabiskan hari-harinya dengan bergelut dengan berbagai problematikan sosial kemasyarakatan diwilayah tempatnya bertugas. Mulai dari membantu anak yang akan putus sekolah,  membantu merenovasi rumah warga yang terkena bencana serta rajin memotivasi dan mengajar Napi (Narapidana) di Lapas kelas II B Garut.

Sertu Juyono Saat berada di Sekolah SMAN 25 Garut bersama siswa Nensi Mirna, foto dok

Adalah  Nensi Mirna seorang pelajar SMAN 25 Garut, kelas II yang berniat putus sekolah karena tak mempunyai biaya menuturkan budi baik yang diberikan sosok Juyono.

Nensi mengakui jika kehadiran Juyono lah yang membuatnya bisa bertahan terus sekolah hingga berhasil menyelesaikan sekolah Menengah Atas.

“saya di tolong sama pak Juyono pada saat saya memutuskan untuk berhenti sekolah karena tidak ada biaya,”kata Nensi mengisahkan pengalamannya saat ditolong sersan Juyono hingga terbebas dari putus sekolah.

Nensi mengatakan jika sosok Juyono benar-benar memiliki jiwa sosial yang tinggi sangat teliti dan memiliki perhatian penuh pada seluruh warga yang ada diwilayah tugasnya.

“pak Juyono itu orangnya berwibawa namun ramah dan baik pada semua warga,”ungkap Gadis itu polos.

Juyono juga menjadi salah satu Prajurit yang membanggakan atasannya, baik di lingkungan Koramil Banyuresmi maupun Kodim 0611 Garut. Ia mendapat apresiasi langsung dari Dandim 0611 Garut Letkol Inf.  Asyaf Azis saat Juyono berhasil  membantu merenovasi rumah warga yang rusak karena bencana.

“Saya sangat bangga dengan prajurit saya ini. Dia bisa mengabdi dengan ikhlas kepada masyarakat, di samping tugas pokoknya sebagai Babinsa,” Kata Dandim Asyraf Azis pada suatu kesempatan.

Sebagai atasa Juyono, Dandim Asyraf Azis mengaku sangat kagum dan bangga dengan kegiatan sehari-hari Juyono yang dijalaninya dengan sungguh-sungguh.

“Sebagai atasannya (Juyono), saya sangat mengapresiasi atas kepeduliannya dalam membantu sesama. Kehadirannya ditengah masyarakat dapat memberi solusi dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi masyarakat,” ucap Asyraf Aziz.

Ia menegaskan tindakan yang dilakukan oleh Juyono telah mencerminkan tugas pengabdian seorang Babinsa yang sebenarnya.

“Saya meminta agar prajuritnya yang lain untuk mencontoh apa yang dilakukan Yono, menjadi bagian solusi bagi masyarakat. Prajurit TNI harus bisa menjadi obat di tengah-tengah masyarakat, karena masyarakat adalah ibunya TNI,” imbuh Asyraf.

Kepada Yono, Asyraf juga berpesan untuk terus melakukan pengabdian kepada masyarakat, seperti yang dilakukannya saat ini, agar semakin banyak warga masyarakat yang merasakan secara langsung kehadiran dan manfaat TNI.

“Semangat pengabdian tanpa pamrih, tulus dan ikhlas tidak boleh kendur, tebar terus kebaikan untuk membantu sesama,” pesannya.

Sementara itu, Sertu Juyono saat berbincang dengan cakrawala.co menegaskan dirinya tidak ingin mengecewakan warga masyarakat dimanapun karena tugas abdi negara adalah mengabdikan diri sepenuh hati.

“Tidak ada kata lain bagi saya sebagai prajurit kecuali bagaimana dapat merebut hati rakyat dan hadir memberi manfaat,” Kata Juyono mengawali perbincangannya.

Ia menyatakan jika menjadi seorang prajurit  khusunya Babinsa harus  senantiasa  memiliki kepekaan tinggi terhadap lingkungannya.

“Setiap hari saya mendapat informasi apapun yang terjadi dengan warga masyarakat di desa kami ini, termasuk pada saat saya dapat informasi bahwa ada pelajar yang enggak punya biaya buat sekolah, namanya Nensi Mirna. Kemudian saya berupaya mencarikan bantuan untuk dia agar tidak putus sekolah,”ungkapnya mengenang.

Yono mengaku dirinya ikhlas menolong siapapun meskipun terkadang ia mengaku tak punya uang, namun selama masih ad acara yang bisa dilakukan ia tidak pernah menyerah.

“apapun saya lakukan untuk dapat menolong warga, salah satunya dengan mengumpulkan teman-temannya yang ingin berdonasi. Saya mungkin lebih ke penyalur saja. Yang pasti yang bantu ini bukan saya saja,” katanya merendah.

Juyono menambahkan jika dirinya selam ini berupaya meyakinkan banyak pihak untuk bersama-sama memiliki kepedulian sosoal terhadap sesama dan lingkungan sekitarnya.

“Kebetulan para donator mempercayakan rezeki yang mereka miliki untuk disalurkan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, seperti orang miskin, anak yatim piatu dan panti jompo yang benar-benar harus dibantu,” tuturnya.

Tugas lain yang dijalani Juyono sebagai bagian dari rutinitas kedinasan adalah menjadi Pembina atau guru motivasi bagi para warga binaan Lapas Klas II B Garut yang letaknya berada diwilayah Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi.

“Setiap Selasa ikut di Lapas memberikan motivasi bagi para narapidana. Saya sharing dengan mereka, bukan menggurui. Saya cuma kasih mereka motivasi, harus bagaimana nanti setelah keluar dari Lapas,” tutur Juyono.

Pemegang prinsif hidup yang simple ini berharap jika apapun yang dilakukannya akan memberikan manfaat serta berguna untuk banyak orang.

“Saya ingin menjadi obat di manapun diberi amanat tugas, meskipun tidak dengan materi namun dengan sedikit kemampuan yang kita miliki, manfaatnya sangat berguna bagi orang lain,” katanya.

Juyono juga mengakui sampai saat ini dirinya terus melakukan pembinaan terhadap warga dimasing-masing lingkungan dengan meningkatkan gotong-royong atau kerja bakti untuk lingkungan mereka.

“saya sering bersama-sama warha hingga larut malam untuk membantu menyelesaikan kerja bakti seperti menyelesaikan pembangunan masjid, jalan dan sarana social lainnya,”tukasnya.

Bertepasan dengan Hari Ulang Tahun ke 74 Republik Indonesia, Sertu Juyono menyampaikan pesan pribadinya pada keluarga dan seluruh bangsa Indonesia untuk senantiasa menjaga dan mengisi Kemerdekaan ini dengan sepenuh hati, karena negara Indonesia Merdeka bukan pemberian cuma-cuma melainkan hasil jerih payah para pejuang kusumah bangsa.

“Mari kita isi kemerdekaan ini dengan saling mengasihi, saling memperhatikan dan saling tolong menolong antar sesama,”pungkasnya. ***jmb

Facebook Comments
%d bloggers like this: