Mengenal Lebih Dekat Perintis dan Pendiri Koperasi Digital E-Asgar

Bagian II

Oleh Janur M Bagus

Selesai AKPOL pada tahun 1996 dengan pangkat Letnan Dua (IPDA), Yusup juga menyelesaikan Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada tahun 2005 dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) yang diraihnya tahun 2003, kemudian Komisaris Polisi (Kompol) 2008 dan meraih pangkat AKPB pada tahun 2013 hingga saat ini. (Bersambung…)

Aktivitas sehari hari sebagai prajurit Bhayangkara, sukses dilewati Yusup Saprudin dengan gemilang diberbagai medan tugas dan penempatan,  bukan hanya di zona nyaman seperti bertugas didaerah yang aman tentram namun sejumlah wilayah konflik harus dilakoninya secara marathon.

Itulah yang kemudian menempa sosok Yusup Saprudin benar-benar menjadi sangat mandiri, ulet, supel mudah bergaul dan tentu saja pantang menyerah dengan apapun yang ia tengah hadapi.

Sejak penempatan pertama di awal karier sebagai prajurit Bhayangkara, Yusup menjadi Pamapta Polres 50 Kota dilingkungan Polda Sumbar.

Yusup menyebut bertutur-turut sejumlah jabatan diraihnya diwilayah hukum Polres 50 Kota Polda Sumbar seperti menjadi Kapolsek Kapus IX Polres 50 Kota pada tahun 1999, kemudian kembali menjabat Kapolsekta Payakumbuh Polda Sumbar pada tahun 2000 hingga 2001, dilanjutkan dengan menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Agam Polda Sumbar pada tahun 2001, menjabat Kasat reskrim Polres 50 Kota Polda Sumbar, Kasat Reserse Polresta Padang tahun 2003.

“Selepas itu, saya menjabat Wakasat Reskrim Poltabes Padang Sumbar masih pada tahun 2003, kemudian menjadi Kanit 2 Satuan 1 Pidum Ditreskrim Polda Sumbar dari 2003 hingga 2006, selepas itu pindah ke Mabes Polri sebagai perwira rintisan Densus 88 dengan menjabat Panit Muda Penindakan Densusu 88 AT Bareskrim Polri tahun 2006,”tuturnya.

Semenjak itu secara terus menerus Yusup menempati jabatan di dilingkungan Densus 88 Anti Teror  seperti pernah juga menjabat Panit Muda Subden Intelejen Densus 88 AT, baru pada tahun 2009 Yusup bergeser keposisi sebagai Penyidik Muda Dit Eksus Bareskrim Polri dan masih ditahun yang sama menjabat Kasubden Intelejen Densus 88 AT Polda Sumut hingga tahun 2010 menjabat Wakapolres Langkat Polda Sumut.

“Baru pada tahun 2011 saya menjabat Kasubbag Kermaops Roops Polda Sumut, kemudian 2011 juga menjadi Wakapolres Labuhanbatu Polda Sumur dan tahun 2012 menjabat Kasubdit I Kamneg Ditreskrimun Polda Sumut, Kasubdit II Hardtahbang Ditreskrimun Polda Sumut hingga tahun 2016 saya menjabat Kasubdit Kerma Bin Ops Ditbinmas Polda Sumut, baru pada tahun 2017 saya menjabat Kasi Binsatpam Subdit Kamsa Ditbinmas Baharkan Polri, Kasi Binkam Subdit Kamsa Ditbinpotmas Korbinmas Baharkan Polri,”paparnya.

Jabatan terakhir di Kepolsian itulah nampaknya yang mengenalkan Yusup Supriadi pada dunia perkoprasian yang kemudian melambungkan namanya sebagai ketua Koperasi Jaga Nusantara Satu (Janusa) yang membidangi system security pengamanan yang melibatkan banyak unit Satuan Pengamanan (Satpam).

Sebelumnya Perwira cerdas ini penah menempa pengetahuan Kejuruan melalui kurus-kursus  diberbagai bidang seperti Pendidikan dasar Intelijjen Kemanan Polri, Kusus Intensif Bahasa Inggris Sebaba Polri, Sekolah Intelejen Strategis Pus/Prop BIA pada tahun 1998, Kursus Lanjutan Intelpampol Polri.

“tahun 1999 saya ikut UK Counter Terrorism Surveillace Training Cours, tahun 2005 Ikut Managemen Of A Terrorist Crisis Incident dan masih pada tahun yang sama ikut Field Officer Intelegence Cours (JCLEC), kemudian ikut Analiyst Notebook and Communications Analisyt (BNN), Tahun 2016 kursus Executive Seminar On Cyber Terrorism (DIPLS Service) masih ditahun 2006 saya juga ikutan Counter Terrorism Investigation Program (JCLEC),”paparnya.

Yusup juga menjadi salah satu yang tercatat sebagai peserta i2 Analisyt Nootbook v7 Basic di London UK, kemudian pada tahun   2008, Yusup juga mengikuti kursus Anti Terrorist Specialist Cours (CIISCM).

“Baru di tahun 2017 lalu saya diikut sertakan pada Crime Prevention Specialis Cours (CIISCM) dan Master Corporate Investigasi Cours (IACPP) kemudian tahun 2018 kemarin ikut Pelatihan Asesor Kompetensi Security  (BNSP),”tuturnya.

Selama perjalan karier sebagai polisi Yusup Saprudin telah mendapatkan Tanda jasa berupa satya Lencana Dharma  Nusa Satya, Lencana Kesetiaan 8 Tahun, satya Lencana Kesetiaan 16 Tahun kemudian Satya Lencana Satria Bjayangkara dan satya Lencana Operasi Kepolisian.

Yusup juga memiliki keahlian khusus sebagai Penyidik Polri Communications Analiyst, Interogator Penyelam Polri Search and Rescue (SAR) Polri. Ia juga pemilik DAN I /Shodan Wadoryu Karate-do Association Indonesia, Mahir Seni Beladiri Yun Yung Do International. Kyu III Persatuan Judo Seluruh Indonesia serta kemampuan yang paling mumpuni adalah sebagai Security Analyist,  Consultant  Securuty, dan  Competency Assesor.

Sementara itu Penugasan Khusus secara institusi yang pernah dijalani Yusup adalah Penugasan Pada Operasi Penangkapan Gembong Teroris DR. Azhari dkk di Malang Tahun2005, kemudian Operasi Penagkapan Teroris Singapura kerjasama dengan Internal Security Departemen (ISD) Singapura pada tahun 2006.

“saya juga sempat mendapatkan tugas sebagai anggota Operasi satuan tugas BBM (Bahan Bakar Minyak) Mabes Polri tahun 2017 dan tercatat sebagai One Man Operator (OMO) Pakistan-Afganistan tahun2007-2008, kemudian mengikuti operasi Ilegal Mining di Bangka  Blitung  tahun 2008 dan terakhir tahun 2009  ikut dalam penugasan Operasi penangkapan Pabrik Uang Palsu Internasional,”tukasnya.

Pengalaman penugasan-penugasan itulah yang membuat Yusup juga menjadi semakin luas dalam jaringan Komunikasi dengan berbagai pihak termasuk dalam ruang lingkup di birokrasi pemerintahan Republik Indonesia baik di tingkat Kementrian atau departemen hingga sejumlah pemerintahan di daerah-daerah diseluruh pelosok Indonesia…..(Bersambung….)

Facebook Comments
%d bloggers like this: