Cakrawala News
Portal Berita Online

Mengaku Stafsus Wantannas Bisa Masukkan Taruna Akpol, Warga Surabaya Ditangkap

0 317

SURABAYA CAKRAWALA.CO – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim ungkap penipuan seleksi penerimaan Taruna Akpol Tahun 2021. Pengungkapan ini setelah adanya laporan warga Surabaya dan Jember yang merasa ditipu oleh tersangka.

Atas hasil ini, polisi mengamankan satu tersangka inisial HNA (40) warga Surabaya. Peristiwa ini sendiri terjadi pada 14 Oktober 2021.

Kombes Pol Gatot Repli Handoko menjelaskan, modus tersangka yakni menjanjikan kepada korban bisa memasukkan Taruna Akpol.

“Tersangka ini juga mengaku kepada korban bahwa dia salah satu anggota dari staf khusus (stafsus) di Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas),” jelas Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Jum’at (22/10/2021) siang.

Lanjut Gatot, tersangka itu sendiri adalah oknum dan bukan bagian dari ‘Wantannas’. Sedangkan terkait dengan penipuan yang dilakukan tersangka, sudah banyak laporan yang diterima Polda Jatim.

“Sampai saat ini baru 2 korban yang bisa ditindaklanjuti dan kemungkinan masih banyak korban lain yang tertipu oleh tersangka,” lanjutnya.

Sementara itu Wadirreskrimum polda jatim, AKBP Ronald Purba mengatakan, tersangka telah melakukan tindak pidana penipuan yang mengaku bisa memasukkan peserta Seleksi Taruna Akpol TA 2021 dengan meminta sejumlah uang.

“Namun setelah uang diserahkan, peserta dinyatakan tidak lulus dan sampai sekarang uang tersebut belum dikembalikan,” ungkapnya.

Kronologis pengungkapan ini, tersangka HNA mengatakan kepada korban bisa dan sudah sering membantu memasukkan peserta seleksi Akpol. Dia meminta sejumlah uang sebagai syarat untuk memasukkan peserta seleksi lulus penerimaan Taruna Akpol tahun 2021.

“Tersangka kemudian menjanjikan akan membantu memasukkan anak korban melalui jalur kuota khusus tanpa tes karena mengaku punya kenalan Pejabat Polri,” katanya.

Setelah korban menyetujui, tersangka HNA meminta uang kepada korban secara bertahap. Setelah uang diserahkan dan menunggu beberapa waktu, ternyata jalur kuota khusus tidak ada kejelasan sehingga peserta seleksi penerimaan Akpol 2021 tersebut tetap tidak masuk atau gagal.

“Kemudian korban meminta seluruh uang yang telah diserahkan kepada tersangka HNA untuk dikembalikan. Setelah itu HNA memberikan Bilyet Giro namun setelah dikliringkan tidak bisa dicairkan karena rekening sudah ditutup,” sebutnya.

Atas peristiwa ini, dua korban mengalami kerugian hingga Rp 2.197.100.000 dengan rincian, korban atas nama NHP menyerahkan uang sebesar Rp 1.085.000.000 dan korban inisial TC menyerahkan uang sebesar Rp 1.112.100.000.

Dari pengungkapan ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti diantaranya, satu HP, dua lembar tanda terima peserta, beberapa rekening serta bukti transfer, Bilyet Giro No. BM 1543XX tanggal 13 Agustus 2021, Surat Keterangan Penolakan dari Bank BRI tanggal 18 Agustus 2021.

Kepada tersangka akan dikenakan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 4 (empat) tahun. (NN95/ek)

Leave A Reply

Your email address will not be published.