Cakrawala News
Portal Berita Online

Mengaku Sebagai Tim Penikam Polrestabes, Lutfi Ternyata Seorang Residivis Pencuri Handphone

MAKASSAR, CAKRAWALA.CO – Bercita-cita ingin menjadi aparat kepolisian memang menjadi impian semua orang. itu juga tak membuat Lutfi 31 tahun pria yang tinggal di jalan inspeksi PAM tak pupus walaupun hanya sebagai polisi gadungan.

Lutfi Tahjuddin, pria yang tampang tak mirip seperti polisi memaksakan diri untuk seperti layaknya anggota Resmob (Reserse mobile) dan bermodalkan rompi bertuliskan “SWAT” , ia menipu dan memeras para korbannya dengan cara menahan kendaraan dan meminta surat kendaraan.

Ketika sang korban tak mampu menunjukan surat kendaraan, disaat itulah Lutfi melancarkan aksinya dengan meminta uang kepada korban sebesar 300 ribu hingga 400 ribu rupiah.

Aksi Lutfi yang terbilang nekat ini ia lakukan seorang diri dan melancarkan pada malam hari serta lokasi yang ia pilih selalu daerah sunyi.

Parahnya lagi, Lutfi beberapa kali mengaku sebagai anggota Penikam Polrestabes Makassar dan anggota Resmob Polrestabes Makassar di beberapa tempat perbelanjaan dan tempat makan.

Dari hasil laporan warga, tim unit Jatanras Polrestabes Makassar berhasil meringkus Lutfi di rumahnya di jalan inspeksi PAM kecamatan Manggala.

Saat ingin di giring ke posko Jatanras, pelaku yang memiliki badan cungkring ini sempat melakukan perlawanan dan ingin meloloskan diri sehingga tim yang melakukan penangkapan akhirnya melakukan tembakan peringatan 3 kali ke atas tetapi Lutfi tak menghiraukan, sehingga harus dilumphkan di bagian betis.

Lutfi Tahjuddin (31) yang sempat ingin kabur dari petugas kepolisian Jatanras Polrestabes Makassar akhirnya di tembak di bagian betis kanan.(Dok/ist)

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko mengatakan, Lutfi ini adalah seorang residivis pencurian HP di beberapa rumah sakit dan counter handphone di beberapa wilayah hukum Polsek di Polrestabes Makassar.

“pelaku adalah residivis, selain mengaku anggota Penikam Polrestabes, ia juga ternyata seorang pencuri handphone di rumah sakit dan counter handphone. ini terbukti dari beberapa laporan polisi yang dikumpulkan oleh tim Jatanras.” ujarnya.

Indratmoko juga menambahkan jika ada para korban yang merasa memiliki barang yang telah di ambil oleh pelaku Lutfi Tahjuddin, ia menghimbau agar ke Polrestabes Makassar untuk mengambil barangnya.

“dari tangan pelaku, kita mengamankan beberapa ATM, SIM, KTP, satu unit sepeda motor dan beberapa surat berharga lainya. jadi kami berharap agar para korban yang merasa memiliki barang tersebut agar kiranya bisa ke Mapolrestabes Makassar.” tutup perwira Berpangkat Dua Bunga melati tersebut.(Rez/Ril)

%d bloggers like this: