Cakrawala News
Portal Berita Online

Mengaku Guru : Seorang Pria gondol HP Siswa SMP

0 81

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Satuan Reserse Polsek Ponorogo Kota berhasil menangkap pelaku seorang yang mengaku guru olahraga di salah satu SMP di kota Ponorogo pada Rabu 9 September 2020.

Dalam hal ini, Pelaku mengaku guru olahraga dan meminta murid-murid di salah satu SMP di Ponorogo kota  untuk datang ke lapangan Kodim 0802 Ponorogo untuk mengikuti tes olahraga lari.

Saat siswa siswinya melakukan olahraga lari tas beserta isinya termasuk handphone di titipkan kepada pelaku yang mengaku guru tersebut dan dibawa lari oleh pelaku tersebut.

Kejadian tersebut dilakukan pelaku sudah berkali kali dan hari ini pelaku berhasil di tangkap di lapangan keniten Ponorogo.

Pelaku atas nama Eko Setiawan (32) warga Desa Polorejo Kecamatan Babadan membawa lari tas beserta isinya setelah ditangkap oleh Satuan Reserse Polsek Kota Ponorogo mengaku,”sebelumnya saya minta nomor-nomornya calon korban saya itu dari teman-teman SD dan dikasih terus selanjutnya saya WA dan saya SMS korban-korban dari SMP 3 Ponorogo itu,”ungkapnya.

Pelaku juga mengatakan,”saya mengaku sebagai guru olahraga yang baru dan yang pertama tak suruh datang ke stadion dan ada yang datang ada yang tidak. Pada waktu itu saya mengaku kalau saya Pak Alek Guru olah raga. Anak-anak saya suruh lari muter stadion beberapa kali lalu tas yang dititipkan ke saya langsung saya bawa lari.

Dari kejadian tersebut sudah 3 anak yang di tipu, akan tetapi yang berhasil dibawa lari satu tas beserta isinya dan didalamnya ada handphone.

Sementara itu, Kapolsek Ponorogo Kota AKP Haryo Kusbiantoro menerangkan,”pada hari sabtu (5/8/2020) ada salah satu ibu dari wali siswa maupun siswi dari SMP 3 Ponorogo melaporkan kalau anaknya sudah di WA seorang yang mengaku guru olahraga, jadi para wali murid ini sudah banyak yang resak karena karena anak-anaknya di WA orang yang mengaku Guru olahraga tersebut, ingin bertemu dan ingin memberikan pelajaran secara langsung secara tatap muka, namun demikian karena aturannya ini masih Covid dan seharusnya melalui online atau daring dan karwna sering di SMS atau di WA sehingga anak ini datang menemui Pelaku di Lapangan Batalion Kodim Ponorogo,”terang Kapolsek.

Kapolsek juga menambahkan,”untuk modusnya, pelaku ini selalu sms atau WA dan merayu korbannya untuk hadir melakukan olahraga secara langsung ataupun tatap muka. Setelah bertemu dengan korban, langsung disuruh untuk lari-lari, dan setelah lari-lari satu putaran dan dua putaran untuk pelaku ini langsung mengambil dan membawa lari tas ataupun yang dibawa oleh korban. Dan yang dibawa lari adalah tas, jaket dan satu buah hp. Dan barang-barang itu ingin dimilikinya lalu dijual. Tapi karena cepatnya laporan dari wali murid dan guru serta dari Diknas kemarin juga sudah melaporkan kesini, akhirnya kita bisa tangkap tadi pagi dengan cara kita memakai calon korban yang kita buntuti dan alhamdullilah bisa kita tangkap,”tambahnya.

Kusbiantoro juga menjelaskan,”untuk penangkapan kita bersama-sama dengan Guru SMP 3 Ponorogo dan berkoordinasi dengan kaur kesiswaan. Untuk calon korban sudah ada sekitar 20, namun yang berhasil sampai kita tangkap dan sesuai pengakuan tersangka baru satu,”jelasnya.

Tersangka di jelat dengan pasal 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian. (Sus)

Leave A Reply

Your email address will not be published.