Cakrawala News
Portal Berita Online

Mengaku Disekap dan Diperkosa Selama 3 Hari.Janda Muda di Solo Laporkan Pelaku Ke Polisi

0

 

Solo Cakrawala.Co,-Mengaku diancam dibunuh, disekap selama tiga hari serta menjadi korban pelampiasan nafsu bejat seorang pria berinisial WFT, Janda muda berinisial N (32) warga Banjarsari, Solo, Bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Solo Raya Justice (Soratice), Sabtu (18/12/2021) Melaporkan Pelaku ke Polresta Surakarta.

 

 

 

 

 

Sambil meneteskan air mata,Janda muda asal Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari,Solo,Jawa Tengah ini mengaku selama tiga hari disekap oleh seorang pria berinisial WFT yang dikenalnya melalui pertemanan. Selama disekap di salah satu Hotel di kawasan Baron,Laweyan Solo. N (32) dipaksa melayani nafsu bejat pelaku, lantaran dirinya diancam akan dibunuh dengan pisau belati bila melawan. “Saya diancam akan dibunuh sambil mengeluarkan belati. Saya disekap dan diperkosa setiap hari di hotel,” papar Janda muda berinisial NK saat di temui di kantor LBH Solo Raya Justice (Soratice) yang beralamat di Jl. Temugiring Raya,Kelurahan Pajang, Laweyan.Solo. Sabtu ( 18/12/2021).

Menurut N,perkenalan dirinya dengan pelaku berawal saat pelaku membeli produknya dan minta nomor HP. Dari situ WFT selalu bertanya soal pengobatan penyakit gula yang dideritanya. Lantaran kata kata WFT yang kurang sopan,N sempat memblokir nomor HP WFT.  Setelah 3 hari N membuka blokiran di nomor HP nya,”tau tau WFT menghubungi  saya dan meminta maaf atas kesalahan dari kesalahpahaman omongan, Sebagai ganti rugi,  saya diajak makan dan di iming imingi usaha oleh WFT.”kata N.

Singkat cerita,usai diiming imingi usaha, pada pukul 21.00 WIB, WFT mengajak N berobat ke salah satu RS di Solo,N pun memesan taxi online, namun belum sampai ke RS, WFT mengajak N ke hotel,”alasan WFT mengajak ke Hotel karena pengen istirahat dulu soalnya janjian ke pengelola properti jam 22.00 WIB, Sebagai permintaan maaf dikenalkan pelaku usaha,gitu,”ungkap N.

Waktu di hotel,N menegur WFT, ”loh katanya berobat, kok ke hotel, saya malah diancam menggunakan pisau belati,”ungkapnya.   WFT menyuruh tutup pintu, saya tutup pintu,kalau kamu berani keluar dari sini aku bunuh,atau keluargamu  yang aku bunuh,” kata N menirukan omongan WFT.

 

Bahkan sambil mengancam dengan pisau belati, WFT yang menderita penyakit gula,menurut N , Meminta N  melayani nafsu bejatnya hingga selama dua hari di hotel kawasan Baron, Laweyan ,Solo.

WFT menjanjikan N boleh pulang setelah mengantar lagi WFT ke Purwokerto. Namun belum sampai ke lokasi,N ternyata dibawa ke hotel lain di daerah Salatiga. di hotel kawasan Salatiga N melawan dan meminta tolong, hingga akhirnya pintu kamar didobrak pekerja hotel, “usai mendobrak, para pekerja hotel lari saat mengetahui WFT membawa pisau, kesempatan saya juga lari,tas saya tertinggal hanya HP saya yang bisa dibawa.”jelasnya.

 

 

N menambahkan, dirinya terus berlari, namun WFT  mengejarnya sambil bilang jika anak buahnya banyak dan ada dimana mana,  N juga beberapa kali mencoba mencari tumpangan di jalan, bersamaan saat hujan,serta jalanan di kawasan Salatiga padat kendaraan, “ tidak ada mobil berhenti yang menolong, akhirnya saya ditolong, diberi tumpangan pengemudi truk hingga ke Solo.”pungkasnya.

 

Sementara itu, Kuasa hukum korban dari LBH Solo Raya Justice (Soratice) Made Ridho mengatakan, Pengaduan klien kami N sudah diterima Polresta Surakarta.Sabtu (18/12/2021).Siang.  “Kami menyayangkan pelaku benar benar diduga melakukan tindak pidana kekerasan seksual di luar sisi kemanusian.”kata Made.

Berdasarkan pengakuan korban yang kami himpun ada penyekapan, penculikan, ada pelecehan seksual, penganiayaan berat, serta kondisi fisiknya juga ada luka luka, serta kondisi psikisnya mengalami traumatik yang terlalu dalam.”kata Made. (Agung Bram).

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.