Cakrawala News
Portal Berita Online

Menengok Geliat Seni Marawis Menuju Liga Marawis Virtual Garut 2020

0 263

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO – Pendemi Covid 19 masih terus menjadi bagian yang menghantui warga di Garut, Jawa Barat, namun sejalan dengan itu aktifitas warga perlahan mulai memola dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Dalam waktu dekat para penggiat seni marawis Garut mulai bersiap menyulut gairah seni benafaskan islam dalam balutan Liga Marawis Virtual 2020.

Menurut Ustadz Ayi Nurhikam salah seorang penggiat seni marawis di Garut, pihaknya sangat merespon positif hadirnya event yang sejalan dengan protokol kesehatan covid 19 dimana event dikemas virtual atau online.

ads bukopin

“Kita memang tidak boleh larut dalam pandemi sehingga menghentikan semua aktifitas melainkan harus tetap bisa berkarya dengan Adaptasi Kebiasan Baru,”kata Ustadz Ayi saat dihubungi, Jumat (13/11/2020).

Menurutnya model event yang dihelat buah kerjasama antara Ikatan Hadroh Marawis Garut (IHMAGA) dengan Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat (FK-KIM) Kabupaten Garut ini merupakan model baru.

“Ini event model baru di masa Pandemi Covid dimana dilaksanakan secara virtual dan para penggemar bisa nonton melalui live medsos seperti channel yutube dan lainnya,”ungkapnya.

Senada dengan Ustadz Ayi Nurhikam, pengasuh pondok pesantren Hidayatuttholibin Cisurupan Ustadz Aji Ibrohim menyebut kehadiran event marawis dengan model seperti ini diyakini akan semakin memantik gairah para pecinta marawis yang selama ini tertidur lelap karena pandemi covid 19.

“Semoga sejalan dengan tema event kita, dimana Santri Tetap Inspiratif dan ceria ditengah pandemi covid ini,”ujarnya.

Ustadz Aji juga mengajak para penggiat marawis untuk tetap menggemakan sholawat melalui marawis sebagai salah satu syiar ditengah masyarakat.

“Semoga kita tetap bersholawat dan mendapat limpahan berkahnya,”katanya singkat.

Sementara itu Janur M Bagus selaku ketau FK-KIM Kabupaten Garut mengaku bersyukur mendapat kepercayaan untuk bersama sama mempola event ditengah pandemi meski memang tantangannya cukup besar.

“Tantangannya adalah bagaimana kita dapat memanfaatkan teknologi dan menggunakannya untuk sukses event ini,”ujarnya.

Sejauh ini menurut Janur respon peserta cukup antusias meski terpaksa harus dibatasi jumlah pesertanya sesuai kesiapan pihak panitia.

“Insha Alloh jika ini sukses bisa terus berlanjut sebagai kalender event yang berkesinambungan,”tukasnya.***jmb

Leave A Reply

Your email address will not be published.