Cakrawala News
Portal Berita Online

Menelisik Kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo Dalam Upaya Menangani Pandemi COVID-19

0

Menelisik Kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo Dalam Upaya Menangani Pandemi COVID-19

Oleh Seftario Virgo

(Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia).

 

November 2019. Pertama kali munculnya covid-19 atau coronavirus di kota Wuhan dan telah merenggut korban jiwa sebanyak 4632 jiwa dari total kasus sebanyak 87.844 yang dilansir dari situs resmi hong kong free press pada tanggal (17/4/2020).

Indonesia juga menjadi salah satu negara yang tidak bisa menghindari wabah Covid-19. 2 maret 2020 di Depok Jawa Barat, mula pertama kalinya indonesia terdeteksi pasien covid-19 dimana kasus ini berasal dari WN Jepang yang ternyata positif COVID-19 yang diketahui setelah dia diperiksa di malaysia setelah malam valentine 14 Februari 2020.

Keberadaan kasus pertama ini sangat menggemparkan masyarakat depok. pemerintah setelah mengetahui wabah ini telah masuk ke indonesia langsung memberikan himbauan kepada masyarakat serta membuat gugus tugas percepatan penangan covid-19 dengan menerapkan kebijakan melalui empat strategi khusus. Dipimpin oleh ahmad yurinto melalui strategi yang terdiri diri dari gerakan memakai masker, penelusuran kontak (tracing) dengan cara rapid test, edukasi penyampain isolasi mandiri, isolasi rumah sakit jika isolasi mandiri tidak mampu menangani nya.

Empat gerakan yang dibawakan oleh pemerinta dalam menjaga penyebaran covid-19 memiliki banyak tantangan karena tidak semua masyarakat mematuhi protokol yang diterapkan.

Tercatat sejak maret 2020 hingga desember 2021 indonesia telah melaporkan jumlah kasus sebanyak 3.774 155 kasus positif corona dengan jumlah sembuh 3.247.715 orang dan jumlah kematian mencapai 113.664 orang.

Keberhasilan Indonesia dalam meningkatkan jumlah pasien sembuh memang tidak luput dari peranan seorang pemimpin. Presiden RI joko widodo dengan semangatnya melawan covid-19 melakukan berbagai bentuk terobosan, tetapi juga mempertimbangkan kestabilan ekonomi melalui berbagai macam bantuan sosial dan menekan angka covid-19 Melalui berbagai pembatasan sosial.

Sebagai seorang pemimpin, Joko Widodo memiliki kemampuan untuk mempengaruhi dan memotivasi orang untuk menetapkan sejumlah langkah langkah strategi dalam memerangi covid-19. Joko Widodo yang sebagai pemimpin memiliki wewenang yang lebih diutamakan oleh parah bawahnya, sehingga kemampuannya dalam mengambil dan memutuskan kebijakan harus berdasarkan perhitungan yang tepat sehingga dapat meminimalisir resiko.

Menurut yulk (2010), kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk memberikan pengaruh, motivasi, sehingga membuat orang lain mampu memberikan kontribusinya demi efektivitas dan keberhasilan organisasi. Dengan demikian, Joko Widodo sebagai Presiden Indonesia memiliki kemampuan untuk menetapkan sejumlah keputusan untuk memberantas wabah covid-19.

Kegigihan Presiden Jokowi dalam memerangi wabah Virus ini di indonesia tentunya di dukung oleh gaya kepemimpinannya. menurut Hasibuan dalam bukunya “manajemen sumber daya manusia” kepemimpinan sebuah cara yang dilakukan sebagai langkah di dalam mempengaruhi karyawan atau bawahannya sehingga dapat bekerja sama di dalam mencapai tujuan.

Dalam melawan wabah Virus Covid-19, presiden jokowi menggunakan gaya kepemimpinan yaitu gaya kepemimpinan partisipatif dan karismatik yang ditunjukkan melalui adanya kolaborasi yang dilakukan dengan berbagai pihak pemerintah, masyarakat, dan swasta dalam memerangi covid-19.

Gaya Kepemimpinan partisipatif dan karismatik Presiden Joko Widodo terlihat dari sejumlah langkah-langkah yang Ia lakukan dalam melawan Covid-19 sebagai berikut :

1. Desakan Lockdown “PPKM Menjadi Solusi Utama”
Berbeda dengan negara lain, indonesia memilih kebijakan Perberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKKM) sebagai langkah utama dalam pencegahan penyebaran covid-19. Memang desakan kebijakan lockdown terus ada dari berbagai golongan, namun tidak merubah keputusan pemerintah lebih memilih PPKM sebagai solusi yang tepat dalam menangani covid-19. Pemerintah memberikan alasan melalui Presiden Joko Widodo kenapa Lockdown tidak dilakukan di indonesia. Jokowi menjelaskan tentang lockdown merupakan kebijakan yang mengharuskan wilayah menutup akses keluar masuk sepenuhnya, adanya larangan berkumpul dan semua transportasi, kegiatan perkantoran, sekolah maupun ibadah akan di nonaktifkan. Jokowi mengatakan bahwa di indonesia jika diterapkan Lockdown dengan konsep seutuhnya maka itu tidak cocok melihat indonesia dari aspek ekonomi yang kurang stabil di masa pandemi.
PKKM sebetulnya juga membatasi kegiatan sosial namun masih terdapat batasan kegiatan seperti work from home 75% dan work from office 25%, kegiatan mengajar secara daring, dan kegiatan perdagangan rumah makan dan restoran hanya boleh 25% dari total jam biasanya.

2. Pemberian bantuan sosial
Pandemi membuat banyak sektor terhenti sehingga kehilangan kerja (PHK) semakin meningkat. Kondisi ini pasti akan berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat dan masyarakat. Pemerintah dalam menangani permasalahan tersebut membuat berbagai kebijakan untuk memperbaiki kembali perekonomian melalui langkah-langkah sebagai berikut; Program Kartu Sembako, Bantuan Beras bulog, Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Usulan Tunai Pemerintah Daerah, Diskon Listrik, Bantuan Rekening Minimum Biaya Beban/ Abodemen Listrik, Program Prakerja, Subsidi Kuota Gratis, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa.

3. Kolaborasi Dengan berbagai pihak
Dalam penerangan covid-19 tentu saja pemerintah tidak mampu menjalaninya sendiri, perlu kolaborasi dengan banyak pihak agar dampak pandemi bisa dengan cepat diatasi. Salah satu kolaborasi yang dilakukan oleh pemerintah yaitu kolaborasi kantor staf presiden, Aice Group dan relawan nasional dalam upaya melawan covid-19 (RNL 19). Pembagian 500 ribu masker medis kepada masyarakat dan gerakan pentahelix dengan membagikan 5 juta masker kepada masyarakat indonesia, kegiatan ini juga di dorang melalui warung warung penjualan aice. Mengingat bahwa salah satu cara virus ini menular melalui saluran pernafasan membuat masker menjadi salah satu media yang penting dalam mencegah penularan covid-19.
4. Vaksinasi gratis skala nasional
Indonesia demi terbebasnya dari Covid-19 mengalokasikan dana untuk program vaksinasi nasional sejumlah 39,55 triliun rupiah. program pemerintah ini sangat banyak mendapatkan support dari berbagai aspek itu terlihat dari adanya iklan dan pemberitahuan yang dilakukan oleh berbagai media mulai dari iklan layanan kesehatan, ajakan acara televisi, dan dari kalangan politikus. Vaksinasi pertama kalinya dilakukan rabu (13/1/2021) yang dilaksanakan oleh presiden RI joko widodo. Vaksinasi pertama yang dilakukan joko widodo memberikan pengaruh kepada trust masyarakat, sehingga ketakutan masyarakat terhadap program vaksinasi bisa hilang.

5. Penambahan fasilitas kesehatan secara darurat.
Melihat lonjakan kasus positif semakin tinggi di indonesia menimbulkan masalah baru. Masalah kapasitas daya tampung rumah sakit yang tidak mampu menampung semua pasien Covid-19 Khususnya di wilayah jakarta sehingga pemerintah merubah Wisma Atlet sebagai rumah sakit darurat penampungan pasien covid-19.
Wisma Atlet yang sebetulnya berfungsi sebagai penginapan atlet dalam kegiatan perlombaan olahraga baik nasional maupun internasional sekarang beralih fungsi menjadi rumah sakit darurat dalam memenuhi fasilitas kesehatan. Pemerintah juga melengkapi berbagai fasilitas yang dibutuhkan untuk menangani pasien covid-19. Rumah sakit darurat yang berkapasitas 24.000 ini sangat membantu permasalahan fasilitas dan daya tampung pasien khususnya di wilayah jakarta.

Leave A Reply

Your email address will not be published.