Cakrawala News
Portal Berita Online

Memutus Mata Rantai COVID-19 Vs HOAX di Maluku Utara

1 55

Oleh : Wahyuni Bailusy S.sos M.si Kepala Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

TERNATE,CAKRAWALA.CO- Perkembangan teknologi Komunikasi di indonesia sejak 1984 dimana internet dikenal sebagai teknologi canggih, teknologi seperti saat ini tentunya melalui proses panjang yang diawali dengan teknologi komunikasi tradisional dimana pada saat itu manusia masih menyebarkan informasi menggunakan simbol dari kayu, kulit kayu,batu dan lain-lain hingga perkembangan teknologi komunikasi melalui beberapa dekade yang selalu berubah-rubah, dan masa teknologi moderen seperti Internet yang hadir sebagai media baru telah mendatangkan revolusi teknologi informasi dan komunikasi yang menggemparkan dunia karena penyebarannya yang amat cepat.

Keberadaan internet menjadi trend komunikasi yang berjalan begitu dinamis melalui interaksi dari satu kelompok dengan kelompok lainnya dan individu yang satu dengan yang lain pula. Iplikasi dari perkembangan teknologi komunikasi ini membuat arus informasi makin cepat beredar tanpa batas.

Perubahan teknologi informasi dan komunikasi yang hadir telah mengubah pola komunikasi manusia ke dalam sebuah bentuk informasi global dimana penyebaran informasi tanpa spasi sebagaimana telah diramalkan oleh Marshall McLuhan melalui teori media klasik-nya.

Berbagai teknologi baru seperti laser, telepon, internet, dan perangkat telekomunikasi lainnya telah memasuki jaringan media komunikasi tertulis dan lisan tentunya tidak dapat dihindari. Dampaknya komunikasi manusia yang sebelumnya mengandalkan komunikasi tatap muka, kini tidak perlu berhadapan sekalipun bisa berkomunikasi, Sehingga pola komunikasi interpersenoal secara tatapmuka mulai terkikis.

Perubahan pola komuniasi tatap muka ke komunikasi bermedia menyebabkan masyarakat moderen saat ini harus lebih dekat dengan teknologi sebut saja intenet dan media sosial, yang menghubungkan manusia yang satu dengan yang lain mapun kelompok yang terpisah jarak sekalipun. Bahkan dunia kerjapun mengalami perubahan pola komunikasi seperti pendidikan atau metode pembelajaran,  komunikasi kesehatan,  komunikasi interpersonal, komunikasi pemasaran, komunikasi internasional, dan lain-lain.

Perkembangan teknologi informasi membawah dampak positif dan juga dampak negatif yang tidak dapat dihindari, namun perkembangan teknologi informasi ini menjadikan penyebaran isu-isu pemerintah yang sifatnya politisi, kebijakan pemerintah dan bahkan isu kesehatan menjamur menjadi isu global di Media non-masa atau media sosial berjejaring yang kefalidan beritanya diragukan, dibandingkan dengan informasi menggunakan media masa online dan konvensional yang menjalankan fungsi media sebagaimana mestinya seperti, Menghibur, mendidik, megawasi, namun lagi-lagi dikalahkan dengan, fenomena informasi baru yang lebih cepat peredarannya dibanding dengan media massa, sebut saja informasi hoax.

Kenapa berita hoax ini lebih cepat tersebar dan sampai keselur lapisan masyarakat bisa saja karena tampilan visual beritanya didesain dengan pemilihan warna yang memukau, bahasa yang mudah dimengerti, dan bahkan melalui editan video yang juga lebih baik dari yang lainnya, serta penyebarannya dengan sasaran pengguna akun media sosial seperti Facebook, Twiter, Instragram, dan whatshApp dan lain-lain. Memasuki pertengahan tahun 2020 ini informasi yang paling ditunggu-tunggu oleh public indonesia saat ini adalah tentang Covid -19 (Coronavirus disease).

Fenomena mewabahnya covid -19 mulai bermunculan di indonesia awal 2020, diakhir tahun 2019 dunia dikejutkan dengan ditemukannya virus baru dan mengancam ratusan nyawa di cina pada awal 2020 virus ini dan oleh WHO diberi nama Coronavirus disease selanjutnya ditetapkan sebagai (covid-19) adalah pandemi global.

Wuhan merupakan negara pertama yang terdampak virus membahayakan bahkan mematiakan, sehingga menggeparkan dunia. Informasi cepat menyebar keseluruh penjuru dunia termasuk indonesia, melalui media masa bahkan media non-masa.

Fenomena meluasnya informasi tentang covid -19 melalui media massa dan media non-masa sangat berfariasi bahkan ada yang faktual ada juga yang mengada-ngada, dominasi informasi lebih pada informasi hoax yang menguasai media sosila, bahkan informasi obat Corona yang kononya adalah telur ayam rebus berasal dari seorang bayi baru lahir mengatakan Obat Korona, sumber beritanya tidak jelas berawal dari mana, selain itu informasi tentang 3 hari di rumah saja tidak ada aktifitas pasar-pasar di tutup dan seluruh aktifitas, 4 orang positif corona di Kota Ternate Maluku Utara dan celakanya lagi infomasi hoax ini disiarkan oleh salah satu media masa elektronik, pada akhirnya informasi ini menjadi simpang siur dan mebuat kontroversi yang tak berujung, dan masih banyak informasi yang mebuat masyarakat Maluku Utara serba dalam ketidak pastian sebab informasi mengenai covid -19 masih menjadi informasi utama yang ditunggu-tunggu.

Buku hasil tulisan para dosen Komunikasi se PTM indonesia hasil penjualnnya disumbangkan ke pemerintah untuk penanganan covid -19

Meluasnya penyebaran informasi mengenai Covid -19 di Maluku utara mestinya diseriusi oleh pemerintah dan harus mengambil peran penting dalam memanagemen arus informasi. Starategi komunikasi pemerintah kepada khalayak atau masyarakat perlu di tata dengan baik, melalui strategi yang matang demi meminimalisr bias informasi yang berlebihan dan berkepanjangan.

Pemerintah dapat melakukan kerjasama dengan media masa sebagai upaya untuk menjadi corong pemerintah untuk Covid -19, media masa sebagai komunikator yang terlembaga dan dapat menjadi corong pemerintah yang paling tepat.

Peran media masa sebagai corong pemerintah tentunya tidak semata-mata melakukan liputan biasa saja, tetapi juga memberikan pelayanan informasi yang falid melalui rilis dan wawancara langsung oleh pihak pemerintah yang diwakilkan kepada tim gugus tugas.

Dengan demikian maka strategi komunikasi melalui penyebaran informasi akan lebih memadai dan terfilter dengan baik. Tugas pemerinta saat ini adalah menjalankan program media relations sebagai corong penyampaian informasi dari pemerintah kepada publik Maluku Utara.

Gugus tugas perlu menggunakan semua akses media baik cyber atau media sosial yang saya sebut media non-masa dan media masa, dengan cara melakukan riset terhadap beberapa media masa yang dianggap kapabilitas sebut saja media dengan karakter pembaca yang baik, dan secara kualitasnya dapat dipertanggunjawabkan, media yang digemari di provinsi ini serta media yang dapat menjadi mitra pemerintah dalam rangka melawan penyebaran informasi yang sifatnya tidak benar atau hoax, begitu juga dengan media non-masa, pemerinta harus punya salah satu situs resmi khusus covid -19 yang dikelola oleh tiem gugus tugas itu sendiri dan dipastikan dapat berfungsi dengan maksimal.

Jika strategi komunikasi seperti ini yang digunakan pemerintah dalam memberikan informsi kepada masyarakat, maka yakin dan percaya informasi mengenaik covid -19 ini dapat tersalurkan dengan baik dan sesuai dengan fungsi media masa sebagai fungsi informasi, edukasi, dan pengawasan, sehingga informasi hoax yang beredar di masyarakat tidak gampang dipercaya, sebab masyarakat sudah punya referensi media masa dan non masa yang tepat.***(JW)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave A Reply

Your email address will not be published.

1 Comment
  1. […] Artikel Selengkapnya di cakrawala.co […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: