Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Memperjelas Identitas Kepahlawanan, Keturunan Singa Dipa Gelar Temu Akbar

BANYUMAS. JATENG. CAKRAWALA.CO – Para keturunan Kyai Ngabehi Singa Dipa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Singa Dipa (IKS) akan segera  menggelar acara temu akbar. Tujuan dari kegiatan itu diantaranya sebagai upaya mempertegas identitas sosok Singa Dipa yang diyakini masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya sebagai tokoh pejuang pada era kolonial ketika pecah Perang Jawa (1825-1830).

“Selama ini banyak sekali warga Banyumas baik yang masih berdomisili di sini maupun yang tinggal di luar daerah  hanya mengetahui Makam Singa Dipa sebagai tempat ziarah yang banyak dikunjungi para pejabat namun tentang siapa beliau, sejarahnya masih simpang siur, ” kata Ketua IKS, Bing Urip S ketika menggelar acara temu rutin di RM Ikan Dewa Desa Karangtengah Cilongok Banyumas.

Temu akbar yang sudah disepakati akan segera digelar sebagaimana dalam acara kemarin, memang tidak akan langsung membahas tuntas mengenai identitas sang nenek moyang. Bing mengatakan, temu akbar akan mengelar kegaiatan sosial, penuturan sejarah dari para tokoh dengan mengundang ratusan orang yang selama ini mengaku sebagai keturunan Singa Dipa.

“Selama ini memang para keturunan dari Kyai Ngabehi Singa Dipa belum bersatu, tapi masing-masing mempunyai silsilah yang kebenarannya kuat. Melalui temu akbar inilah, tujuan utama itu akan dimulai step by step,” kata Bing.

Salah satu anggota IKS, Anton Dwi mengatakan, sudah sejak lama dirinya ingin membuat catatan sejarah tentang Singa Dipa. Keinginan Angga itu didasari atas keprihatinan dengan belum adanya cerita tentang sosok Singa Dipa yang dibuat dalam bentuk buku. Bahkan, catatan tulisan tangan pun tidak ada.  Meski masyarakat luas sangat yakin bahwa Singa Dipa adalah pahlawan penrinf ketika berkecamuk Perang Jawa yang hampir membuat VOC hancur.

“Selama ini Singa Dipa hampir tak pernah disinggung tentang perannya dalam perjuangan. Hanya makam beliau saja yang ramai dikunjungi orang berbagai daerah karena dipercaya ada berkahnya,” kata Anton.

Angga berharap, IKS bisa menjadi wadah untuk mewujudkan keinginan memunculkan identitas kepahlawanan Singa Dipa. “Ketika saya baru sekali ikut berkumpul, semangat saya bertambah kuat karena mendengar bahwa selain artefak yang berkaitan dengan peralatan perang masih ada, versi lisan yang ada juga beragam,” katanya.

Untung Hidayat yang merupakan  penggagas IKS mengatakan, temu akbar akbar ini semoga akan menjadi awal dari misi utama. “Harapan besar bagi kami dukungan datang dari seluruh keluarga besar dan juga dari pemerintah. Kita tentu akan bangga bila daerah memiliki pahlawan besar seperti daerah lain yang tokohhya lebih dulu dikenal luas,” kata Untung. (Angga Saputra / redaksi jateng)

%d bloggers like this: