Cakrawala News
Portal Berita Online

Memahami Otak Manusia yang Mudah Mengikuti Perubahan

0 137

KABUPATEN KARAWANG JABAR CAKRAWALA.CO – Alasan kita harus terus lakukan literasi digital karena tuntutan zaman. Kita ingin berubah mengikuti perubahan zaman atau kita lama-lama menjadi seseorang yang tidak memiliki teman karena tidak mengetahui apa yang terjadi di dunia ini. Literasi digital juga dapat membuat dunia lebih baik, kita harus belajar memanfaatkan digital ini untuk kebaikan semuanya.

Bambang Iman Santoso, CEO Neuronesia Indonesia mengatakan, selamat datang di abad otak. Maksudnya ialah ketika zaman dulu Indonesia pernah dijajah secara fisik konon hingga 300 tahun lalu kita merdeka. Kita sudah lebih maju lagi infrastruktur dan pembangunan tapi perlu diwaspadai negara-negara maju jangan ampai kembali menjajah kita melalui pikiran kita yang basisnya adalah informasi. Makanya literasi digital itu harus diperkuat oleh masyarakat Indonesia.

“Perubahan terus terjadi dan cepat terjadinya. Bergejolak penuh ketidakpastian rumit dan membingungkan. Faktanya seperti ini, kita tidak dapat mengelolanya dengan baik tetapi tidak perlu khawatir otak kita mampu beradaptasi. Terutama kemajuan teknologi informasi atau teknologi digital yang berdampak kepada perbedaan yang semakin kompleks. Namun yang lebih penting lagi bagaimana manusia menyikapi perubahan tersebut,” jelasnya saat mengisi webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (21/10/2021) pagi.

Bambang mengibaratkan menghadapi perubahan yakni layaknya kita ingin berselancar di atas ombak. Ombak semakin tinggi biasanya para surfer semakin senang. Namun di satu sisi jika dia tidak dapat berenang mereka bisa tergulung dengan ombak. Begitu juga dengan perubahan, jika kita ingin berselancar di atas perubahan atau kita akan tergulung oleh ombak perubahan.

Mengapa kita bisa bersikap seperti itu karena faktanya otak kita itu plastis. Dia menjelaskan penelitian sudah banyak membuktikan dan bahkan menjadi pengetahuan namanya neuroplasticity.

“Otak itu berubah sepanjang usia jadi belajar pun tidak ada lagi istilah, karena sudah tua jadi tidak bisa belajar. Itu sebenarnya hanya prasangka seseorang saja yang terjadi adalah otak itu bisa mengikuti seumur hidup. Bahkan merawat otak itu ada latihannya ini, bagaimana agar terus aktif semakin bertambah usia kita harus terus beradaptasi. Harus terbuka pikirannya dan harus memiliki pikiran bertumbuh terus-menerus belajar,” jelasnya.

Paling penting juga masyarakat harus memiliki ketangguhan mental karena ternyata berdasarkan penelitian. Seseorang itu tidak hanya harus pintar otaknya saja tetapi mentalnya juga harus tangguh.

Jika berbicara mengenai mental ada tiga komponen besar yakni otak, letak perut dan kesehatan. Pandemi Covid 19 mempercepat transformasi digital bukan hanya di teknologi informasi saja tetapi ada sebuah adaptasi kebiasaan baru di masyarakat. New normal sendiri sebenarnya merupakan sebuah hal yang bagus jika kognitif diversity (memaknai perbedaan) kita dapat kita kelola dengan baik. Jika kita tidak bisa mengelola dengan baik dia akan berakhir kepada distruktif atau kehancuran.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (21/10/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara, Satria Andika (Jawara Internet Sehat Jabar), Erri Ginandjar (Director Radio Oz Bali), Santia Dewi (Pebisnis Fashion Online), dan Aflahandita sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.