Cakrawala News
Portal Berita Online

Melihat 300 Anak di Satu Desa Hidup Tanpa Orangtua Lengkap

BANYUMAS. JATENG. CAKRAWALA.CO –  Sedikitnya 300 anak-anak dari usia 5-12 tahun di Desa Cihonje Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menjalani hidup dengan orang tua tunggal. Mereka ditinggal oleh salah satu atau bahkan keduanya, bekerja menjadi TKI di Korea dan Taiwan.

“Dengan kondisi seperti itu, anak-anak yang biasanya memperoleh pendidikan non formal atau didampingi saat belajar oleh terutama adalah ibu, akhirnya tidak mendapatkannya. Salah satu cara agar mereka tetap bisa tumbuh normal dari sisi akademik adalah dengan mengikuti kegiatan belajar ketrampilan,” kata Yuli Arsa, mantan TKI yang dulu bekerja di Taiwan.

Kegiatan belajar keterampilan bagi mereka yang sudah diselenggaran oleh Yuli adalah les bahasa Inggris. Jadwal les bagi mereka digelar 3 kali dalam sepekan. Kegiatan lain di luar ketrampilan berbasis akademik yaitu bermain bersama berbagai permainan khas Jawa yang kian ditinggalkan. Seperti, Geteng, Gobak Sodor, Kelereng, Jonjang Umpet, Gandon dan lainnya.

Bermain Gobak Sodor – Anak-anak di Cihonje yang ditinggal orangtua bekerja di luar negeri mengikuti kegiatan bermain bersama Gobak Sodor (go back to door) dan permainan tradisional lainnya. (foto : istimewa/cakrawala.co)

“Memang dari jumlah 300 lebih, yang ikut hanya 60 anak. Adapun yang lain tidak ikut kegiatan yang kami laksanakan karena kondisi geografis di desa kami. Infrastruktur jalan yang buruk, juga jarak tempuh ke lokasi les atau arena permainan,” ujarnya.

Yuli adalah petugas lapangan dari program Desa Imigran Kreatif di Desa Cihonje. Program dari Kementrian Tenaga Kerja itu prinsipnya adalah program yang betujuan untuk mendampingi para TKI dalam pengurusan dokumen, advokasi hingga persoalam keluarga.

“Ketika program ini sudah berakhir November kemarin, saya tetap akan menjalankan kegiatan untuk anak-anak entah dengan dana dari mana nantinya,” kata Yuli. (Angga Saputra / cakrawala.co )

%d bloggers like this: