Cakrawala News
Portal Berita Online

Mekanisme Penyuntikan Vaksin Covid 19 Di Kabupaten Malang

0 130

MALANG, CAKRAWALA.CO – Penyuntikan vaksin covid 19 di Kabupaten Malang baru bisa di laksanakan pada awal februari, hal ini di sampaikan oleh Kadinkes Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo, selasa 12 januari 2021 di Pendopo Peringgitan Kabupaten Malang Jalan KH Agus Salim

“Vaksinasi baru bisa dilaksanakan awal Februari untuk vaksinnya baru bisa didistribusikan dari provinsi Jawa Timur minggu depan untuk penyaluran vaksin Covid-19”, jelasnya

Penerima pertama adalah tenaga kesehatan di Kabupaten Malang, Nanti yang pertama akan diberikan kepada para nakes sebanyak 527 orang. Vaksinatornya di 52 fasilitas kesehatan meliputi 39 puskesmas, 12 rumah sakit, dan 1 kantor kesehatan pelabuhan,

ads bukopin

“Petugas pelaksana atau vaksinator untuk masing-masing faskes itu nanti akan di onjob training melalui daring oleh BPTKL Semarang tanggal 17 sampai tanggal 20 Januari 2021”, tambahnya

Persiapkan dari sisi vaksin termasuk proses distribusinya, kita sudah siapkan cold storage di tingkat kabupaten, Yakni dengan mempersiapkan transportasi yang juga ada cold storage untuk menjaga rantai dingin hingga di tingkat faskes untuk penyimpanan vaksin ini suhu 2 sampai 8 derajat Celcius,

“Vaksin akan terlebih dahulu di tampung di gudang penyimpanan vaksin di Dinkes, kami sudah menyediakan 16 kulkas besar, dan untuk pengambilan kami gunakan kendaraan khusus yang di lengkapi refigator ” tuturnya

Sesuai dengan usulan, jumlah nakes pada tahap pertama yang akan divaksin sekitar 5278 nakes apabila diberikan 2 dosis yakni dosis suntik awal kemudian suntik booster maka kita membutuhkan 10556, namun informasi yang kami dapatkan kita baru mendapatkan sekitar 8 ribuan sehingga perlu diadakan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi untuk pemenuhan jumlah vaksin yang dibutuhkan di Kabupaten Malang

Salah satu upaya cepat dan tepat adalah kami harus membuat skala prioritas nakes mana yang harus didahulukan Yakni sesuai dengan data Pcare BPJS, sesuai dengan apa yang kami ajukan ke pusat masuk dalam data oleh (komite penanggulangan Covid19 dan pemulihan ekonomi nasional) KPCPEN dan telah terekap itu yang di verifikasi yang di mana terdapat data rekam medik dari semua sasaran akan terdeteksi mana yang boleh di vaksin atau mana yang boleh tapi sebatas booster ,sasaran vaksin 18-59 tahun selanjutnya juga akan di lakukan verifikasi melalui sms sesuai dengan data komorbit yang di alami

selanjutnya proses wawancara secara langsung saat proses vaksinasi berlangsung oleh petugas dengan masyarakat di lokasi untuk lebih mengetahui komorbit yang tersembunyi, yang di mana saat proses pelayanan di faskes terdapat meja satu untuk registrasi meja dua untuk screaning , dan apabila di temukan gejala sakit misal ISPA maka proses vaksinasi akan di tunda hingga gejala reda, demikian juga bila terdapat komorbit tersembunyi pada masyarakat juga akan terdekteksi, kemudian meja tiga untuk penyuntikan dan meja empat untuk observasi selama 30 menit untuk mengetahui gejala awal setelah vaksinasi seperti ruam-ruam, demam, dan lainnya sehingga bisa di upayakan pengobatan awal

“Terkait pencegahan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) kami bekerjasama dengan perhimpunan penyakit dalam indonesia(PAPDI) agar bisa mengeleminasi efek samping dari vaksinasi”,Tutupnya. (Guh/Giar)

Leave A Reply

Your email address will not be published.