Cakrawala News
Portal Berita Online

Massa Aliansi Indonesia Raya di Solo Unjuk Rasa Desak Kapolri Tangkap Ferdinand Hutahaean

0

 

Solo Cakrawala.Co,-Kelompok warga masyarakat kota Solo,Jawa Tengah,yang menamakan diri Aliansi Indonesia Raya.Menggelar aksi mendesak Kapolri untuk menangkap dan memproses hukum politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean atas Cuitannya yang menistakan agama.

 

 

 

Dengan membentangkan sejumlah spanduk, poster yang bertuliskan tuntutan,Antara lain bertuliskan ‘Tangkap!! Ferdinand Hutahaean Merendahkan Tuhan’. Spanduk lainnya bertuliskan ‘Meminta Kapolri Segera Tangkap dan Menahan Ferdinand Hutahaean’. Sedangkan poster-poster kecil antara lain bertuliskan ‘Adili Ferdinand Hutahaean’ dan ‘Tahan Ferdinand Hutahaean’.

 

Massa di Kota Solo yang menamakan diri Aliansi Indonesia Raya menggelar aksi di Plaza Manahan,Solo,Jumat(07/0/2022) siang.

 

Dalam aksinya, massa menuntut diprosesnya politikus Ferdinand Hutahaean terjadi di Kota Solo. Massa meminta agar cuitan Ferdinand di Twitter @FerdinandHaean3 segera diproses Polri terkait dugaan penistaan agama.

 

Aksi tersebut mendapat pengamanan aparat Kepolisian Polresta Solo,Aparat juga memberikan himbauan terkait protokol kesehatan (prokes). Beberapa perwakilan selanjutnya menuju Mapolresta Solo untuk menyerahkan surat tuntutannya.

 

Humas aksi, Endro Sudarsono, mengatakan cuitan Ferdinand Hutahaean telah meresahkan umat Islam. Bahkan menurutnya, sejumlah ulama telah menyebut cuitan itu sebagai penistaan agama.

 

“Kemarin dari MUI Jawa Timur juga berpendapat cuitan itu termasuk penistaan agama karena mengusik ranah ibadah dengan mengatakan Allahmu ternyata lemah.

 

Ketika menyangkut masalah Tuhan yang kita sembah, sudah ranah penistaan agama,” ujar Endro Endro pun mendorong kepolisian untuk segera mengusut kasus tersebut secara transparan. Kapolri diminta segera menangkap Ferdinand Hutahaean. “Kami meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menerapkan UU ITE atau pasal keonaran. Kami meminta Kapolri untuk menindaklanjuti laporan sebelumnya terkait dugaan penistaan agama untuk mewujudkan Indonesia berpancasila,” pungkasnya.

 

 

Sementara itu, Kapolresta Solo, Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan telah menyerap aspirasi demonstran. Ade memastikan polisi akan menyalurkan aspirasi itu sesuai prosedur.

“Mengeluarkan pendapat di muka umum ini dijamin undang-undang, Polri hadir mengamankan kegiatan tersebut agar tertib lancar. Kita serap aspirasi yang ada. Kita salurkan sesuai saluran birokrasi tentang isi tuntutan terkait,” kata Ade.

 

 

Seperti diketahui, cuitan Ferdinand Hutahaean di Twitter menjadi viral dan mendapat respon negatif di seluruh Indonesia.Dalam cuitannya, dia menuliskan “Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela” hingga menimbulkan kontroversi.(Agung Bram).

Leave A Reply

Your email address will not be published.