Cakrawala News
Portal Berita Online

Maskapai Super Air Jet Membuka Rute Penerbangan Solo-Jakarta

0 45

 

Boyolali Cakrawala.Co,-Maskapai Super Air Jet membuka penerbangan rute Jakarta-Solo-Jakarta, mulai 5 Januari 2022. Penerbangan perdana dilakukan dari Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo dengan menggunakan pesawat jenis Airbus 320-200 dengan kapasitas 180 kursi kelas ekonomi.

 

 

 

 

Pembukaan penerbangan perdana dilakukan di lobi ruang tunggu Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo. Turut hadir Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo, Yani Ajat Hermawan dan lainnya.

 

Rute Solo ini merupakan kota ke 11 yang ada di Indonesia yang dibuka rute penerbangan untuk Super Air Jet dengan harga tiket mulai dari Rp 433.800.

 

Direktur Operasi Super Air Jet, Boentoro Suhariyanto menyebut Super Air Jet ini terbang perdana Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Banten (CGK), dengan nomor penerbangan IU636.

“Super Air Jet ini akan terbang setiap hari. Dari Jakarta Jam 08.45 WIB mendarat disini (Adi Soemarmo) 10.00 WIB akan berangkat lagi pada 10.40 WIB, Solo-Cengkareng,” ujarnya.

 

Super Air Jet ini bukanlah maskapai pertama yang membuka rute penerbangan Solo-Jakarta.

Beberapa maskapai telah lebih dulu membuka rute tersebut. Bahkan, sudah ada maskapai low cost carrier, seperti Citilink, Sriwijaya dan Lion Air. Namun, pihaknya optimis bisa bersaing dengan maskapai tersebut.

” Karena kami menawarkan konsepnya yang lain. Kami lebih menargetkan pasar untuk milenial. Pesawat kami terawat dengan baik, pelayanan kami yang energik, dan ketepatan waktu adalah yang kami sajikan kepada pelanggan,” ujarnya

Dia menyebut, Super Air Jet dengan menggunakan pesawat Airbus 320-200 berkapasitas 180 kursi kelas ekonomi saat okupansinya mencapai 80 persen.

 

 

 

Sementara itu,Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan untuk percepatan pemulihan ekonomi, penerbangan dari dan menuju bandara Adi Soemarmo harus diperbanyak. Hanya saja sejumlah maskapai sudah tidak ada di Bandara itu.

“ Di Solo ini, trafficknya masih kurang sekali. Apalagi pas kena pandemi kemarin. Kalau saya lihat statistiknya sebelum pandemi jane (sebenarnya) traffik e yo wes turun,” katanya,

 

Gibran menambahkan, Perlunya upaya untuk meningkatkan traffic penerbangan melalui bandara Adi Soemarmo.“Itu PR (pekerjaan Rumah) saya itu. Nanti kami usahakan. Ini perlu kita genjot lagi ini Dinas Pariwisata, dengan tambahan maskapai dengan penerbangan bisa mengembalikan Solo menjadi ramai. Ekonomi bisa berputar lagi. Tujuannya untuk pemulihan ekonomi.”pungkasnya.(Agung Bram).

Leave A Reply

Your email address will not be published.