Cakrawala News
Portal Berita Online

Masih Banyak Proyek di Kabupaten Sidoarjo Pekerjaanya Molor

183

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO-Pemerintah Daerah melalui Dinas PU PR Kabupaten Sidoarjo mencatat ada sekitar 7 proyek pengerjaan jalan di tahun 2017 yang belum terselesaikan. Hal itu diketahui setelah dilakukan sidak kelokasi pekerjaan di wilayah kabupaten Sidoarjo.

Kepala Dinas PU PR Kabupaten Sidoarjo, Sigit Setyawan mengakui adanya keterlambatan pengerjaan proyek pembangunan jalan di sejumlah titik. Salah satu nya adalah pengerjaan jalan beton, pengerjaan saluran, dan pelebaran jalan.

“Total ada 7 pengerjaan proyek jalan yang belum selesai di tahun 2017,” ujar Sigit usai sidak di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Selasa, 2 Januari 2018.

Lebih lanjut dia menjelaskan, terkait penyelesaian proyek pembangunan jalan di tahun 2017, pihaknya memberi kesempatan pada kontraktor untuk melanjutkan pengerjaan dengan batas waktu yang ditentukan yakni selama 50 hari kedepan. Hal itu sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa.

“Dalam Perpres itu, ada salah satu pasal yang mengatur bahwa untuk pengerjaan yang belum terselesaikan sampai masa kontrak, maka diberi kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan. Batas waktunya sampai 50 hari kedepan,” katanya.

Menurutnya, Pengerjaan yang ada di Dinas PU PR menyangkut infrastruktur. Dan infrastruktur itu sendiri banyak dibutuhkan masyarakat. Nah, jika pengerjaan proyek pembangunan belum terselesaikan maka akan mengganggu masyarakat.

“Makanya kami beri batasan waktu hingga 50 hari masa kerja untuk menuntaskan pengerjaan itu. Tapi, dengan catatan akan dikenakan denda per harinya,” jelasnya.

Dalam denda tersebut, kontraktor akan dikenakan 1/1000 dikalikan dengan nilai kontrak. Salah satu contoh pengerjaan pengerjaan yang belum terselesaikan diantaranya, proyek peningkatan jalan, saluran dan trotoar yang ada di jalan Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Kota Sidoarjo. Pengerjaan saluran milik PT. Prima Jaya Baru itu dikerjakan sejak Oktober lalu. Kontraknya mencapai Rp.3.998.914.000,- 

“Jadi per harinya akan dikenakan denda sesuai nilai kontraknya. Dengan batas waktu 50 hari, jika semakin cepat penyelesaiannya, maka semakin sedikit denda yang harus dibayarkan kontraktor,” tegasnya.

Sementara Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah mengungkapkan perbaikan jalan, saluran dan lain-lain dikarenakan seringnya terjadi banjir pada musim hujan. Sehingga pemerintah melakukan pembenahan tersebut dengan harapan tidak terjadi banjir lagi.

“Karena sering banjir. Makanya perlu ditinggikan dan dibenahi. Memang (keterlambatan) kurang sesuai dengan apa yang diharapkan. Tapi ini (secara spesifikasi) sudah sesuai. Kalau dulu tidak sama,” kata Saiful Ilah.

Diakui, akibat lambatnya pengerjaan tersebut banyak komplain berdatangan. Meski begitu, pihaknya tetap berpedoman pada penyelesaian pengerjaan tersebut sehingga fasilitas umum yang sebelumnya terganggu bisa digunakan masyarakat banyak.

“Memang susah. ketika banjir dimarahi, tapi setelah diperbaiki dan terlalu lama dimarahi juga. Tapi enggak apa-apa. Yang penting bisa dilanjutkan (tidak mandek). Apalagi dalam perjanjiannya bisa diperpanjang,” tandasnya. (zal)

Comments are closed.