Cakrawala News
Portal Berita Online
ads riau 2

Masih Banyak Badan Usaha di Sidoarjo Tidak Melindungi Karyawannya Dengan BPJS Kesehatan

0 232

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO-Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan banyak perusahaan yang mengakali iuran BPJS Kesehatan. Perusahaan tersebut mencari cara “nakal” iuran sehingga uang yang dibayarkan ke BPJS Kesehatan lebih kecil.

Temuan banyaknya perusahaan yang mengakali iuran BPJS Kesehatan, juga terjadi di Kabupaten Sidoarjo. Diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Manusia (SDM) Umum dan Komunikasi Publik, Dody Widodo, kantor cabang BPJS Kesehatan Sidoarjo.

Sebanyak 4785 Badan Usaha (BU) yang teregistrasi ke BPJS Kesehatan ada sebanyak  206 BU telah diperiksa 50 diantaranya diketahui setelah hasil penyelidikan lebih lanjut dinyatakan tidak patuh.

“Ada yang sudah mendaftarkan, tetapi jumlah karyawan dikurangin. Misal jumlah karyawan 100, didaftarkan separuhnya supaya iuran bulanan jadi lebih sedikit,” katanya.

Masih kurang sadarnya kepedulian dari pemilik perusahaan atau dari HRD mendaftaran karyawanya atau membayarkan secara rutin tanpa telat setiap bulanya. Sehingga sering terjadi temuan dilapangan ketika karyawan sakit membayar sendiri, padahal sesuai dengan Peratutan Bupati Sidoarjo Nomor 18 tahun 2018, tentang Tata cara pengenaan sanksi tidak mendapatkan pelayanan public tertentu dalam program jaminan social.

Sebuah Badan Usaha yang sudah berbadan hukum atau sudah memiliki surat ijin usaha harus melindungi karyawanya dengan Jaminan Sosial.

Karyawan perusahaan termasuk perserta Pekerja Penerima Upah (PPU) Badan Usaha Swasta yang dikenai tarif BPJS Kesehatan sebesar 5% dari upah per bulan, dengan ketentuan sebagai berikut : 4% dibayar oleh perusahaan, 1% dibayar karyawan lewat potong gaji. Iuran itu dibayarkan setara dengan premi untuk 5 orang anggota keluarga (karyawan, suami/istri, dan 3 anak).  (win)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.