Cakrawala News
Portal Berita Online

Masalah Keuangan Jiwasraya Bersifat Gigantik dan Risiko Sistemik

Jakarta, Cakrawala.co – Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Agung Firman Sampurna, mengatakan kasus dugaan Korupsi PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) sudah dilaporkan sejak 2008, bersifat gigantik (masif) dan “kesalahan yang sama” diduga dilakukan berkali-kali.

Hal tersebut dikatakan pasca mengumumkan hasil temuan atas perusahaan asuransi plat merah tersebut bersama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ketua BPK, Agung Firman Sampurna mengatakan masalah pengelolaan keuangan di tubuh PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) bersifat gigantik (masif) dan menimbulkan resiko sistemik.

Agung menyebutkan lembaganya sebagai badan auditor negara, bahkan sudah melakukan dua kali pemeriksaan yang bersifat pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT) dan audit investigasi dalam kurun 2010 hingga 2019. Hasilnya, kata Agung, masalah keuangan Jiwasraya sangat besar dan “kesalahan yang sama” diduga dilakuka berkali-kali.

Sementara dalam kesempatan yang berbeda, seperti dilansir dari Kantor Berita Antara, Senin (13/01/2020), Erick Thohir, Menteri BUMN mengatakan menindaklanjuti formula yang sudah disiapkan untuk menyehatkan Jiwasraya usai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengumumkan hasil temuan atas perusahaan plat merah tersebut.

“BPK akan mencari kerugian negara yang ditimbulkan dari apa yang terjadi di Jiwasraya, Kejaksaan akan memproses secara hukum dan kami di Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan dan OJK tentunya segera menindaklanjuti formula yang sudah kami siapkan untuk ‘menyembuhkan’ Jiwasraya,” kata Erick Thohir.

Menurut Erick, apa yang sedang dilaksanakan oleh BPK bersama Kejagung RI sudah sejalan dengan koordinasi yang telah dilakukan bersama. Erick pun mengapresiasi hasil kerja BPK yang sebetulnya juga sudah memberikan laporan mengenai hal ini sudah sejak 2008 menurut catatan dirinya. (sdk)

%d bloggers like this: