Cakrawala News
Portal Berita Online

Mari Maksimalkan Kreatifitas Generasi Muda di Era Digital

0 150

KABUPATEN BOGOR JABAR CAKRAWALA.CO – Kehidupan kita saat ini bersinergi dengan ruang digital. Banyak orang yang setiap harinya tidak bisa lepas dari handphone. Perkembangan ruang digital ini juga dikatakan pesat karena banyak muncul aplikasi-aplikasi baru.

Kemunculan banyak hal baru di era digital telah menghapus batasan jarak yang ada dan membuat setiap orang memiliki kesempatan untuk berkreasi serta berinovasi. Pemanfaatannya pun ada di berbagai bidang, seperti media sosial, e-learning, e-commerce, fin-tech, hingga pelayanan online.
Bukti perkembangan era digital yang pesat ini juga terlihat dari 10 top pencarian pada tahun 2020. Tiga pencarian teratas, di antaranya terdapat cara mendaftar UMKM, cara menjadi Youtuber Pemula, dan cara menjadi reseller. Daftar pencarian ini juga membuktikan bahwa terdapat potensi, kreasi, dan keinginan produktif masyarakat Indonesia di era pandemi dan beradaptasi pada kehidupan new normal.

“Dengan adanya ruang digital, selama pandemi ini konten kreator tumbuh 3 kali lebih banyak. Contohnya, seperti konten prank yang mudah viral. Akan tetapi, apakah itu ada hal positif dan nilai moralnya,” terang Loka Hendra, Head of Food & Beverages Cinepolis Indonesia, dalam Webinar Literasi Digital di Wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/7/2021).

Oleh karena itu, Loka mengatakan bahwa kita juga harus menyadari bahwa tidak semua konten tidak bisa diserap sepenuhnya. Jadi, harus disaring juga sesuai norma-norma kehidupan.
Ia menyampaikan, di tengah perkembangan dan banyaknya pengguna internet di Indonesia, sangat disayangkan bahwa tidak semuanya memiliki kemampuan yang mumpuni dalam literasi digital. Dengan 64% pengguna internet Indonesia dari total populasi, banyak masyarakat tidak menerapkan budaya Indonesia yang ramah pada dunia digital.

Akibatnya, negara ini meraih cap dari Microsoft sebagai netizen paling tidak sopan. Perilaku tidak sopan netizen Indonesia tercerminkan dari komentar-komentar yang ditulis pada media sosial. Selain itu juga, banyak netizen Indonesia yang suka menyebarkan hoaks.

“Memaksimalkan kreativitas generasi muda dalam memperkenalkan budaya menjadi hal yang penting. Jarang kita lihat generasi sekarang itu membuat konten yang berbasis nasional untuk memperkenalkan budaya Indonesia,” ujarnya.

Dalam membentuk budaya Indonesia di ruang digital, sebagai individu kita dapat memulainya dari lingkungan terkecil untuk menanamkan narasi positif terkait budaya Indonesia. Tentunya, dengan menerapkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan bermedia digital.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/7/2021) juga menghadirkan pembicara, Chyntia Jasmine (Founder GIFU), Syarief Hidayatulloh (Digital Strategist Hello Monday Morning), Mardiana R.L (Vice Principal Kinderhouse Pre-School), dan Riri Damayanti.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***red

Leave A Reply

Your email address will not be published.