Cakrawala News
Portal Berita Online

Marak Pembangunan Melanggar, Wakil Wali Kota Jakpus: ‘Hari Senin Kita Sidak ke Lapangan’

0 6

JAKARTA, CAKRAWALA.CO- Marak pembangunan melanggar di wilayah Jakarta Pusat, kinerja petugas Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) Jakarta Pusat dinilai publik harus segera dievaluasi.

“Kami pertanyakan kinerja petugas Sudin Citata Jakpus karena tutup mata dan telinga dalam mengawasi pembangunan bermasalah. Sehingga estetika Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di wilayah Jakarta Pusat berantakan,” ungkap Budi Tokoh Pemuda Jakarta Pusat, Kamis (05/09/2019) siang.

Selain, lamban dan lalai dalam menindak bangunan melanggar, menurut tokoh pemuda ini disinyalir petugas Citata main mata dengan pemilik bangunan.

ads bukopin

“Dilapangan masih banyak ditemukan pembangunan melanggar. Meskipun bangunan sudah dibongkar Satpol PP Jakpus. Tapi penyegelan maupun pengawasan terhadap bangunannya tetap dilakukan petugas Citata. Lihat saja pembangunan Jalan Kartini VII, Kartini, Sawah Besar sudah disegel masih dilanjutkan pembangunannya,” paparnya.

Ia pun mendesak agar Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan sering-sering ke lapangam guna mengetahui hal tersebut.

“Sistem aturan pengawasannya harus dirubah karena jika dibiarkan makin banyak bangunan yang disegel bisa selesai kemudian dihuni. Ini akibat oknum petugas Citata main mata dengan pemilik bangunan melanggar,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi menegaskan kepada sektoral terkait antara lain petugas Citata, Sudin PRKP Jakpus, Camat dan Lurah diminta aktif untuk mengawasi pembangunan rumah kosan di Jakarta Pusat.

Lanjut orang nomor dua dilingkungan Pemkot Jakpus ini menegaskan, Kasektor dan Sudin Citata Jakpus harus proaktf, jangan sampai ada pembiaran tindak tegas pembangunan yang melanggar.

“Segera kita Inspeksi Mendadak (Sidak), hari Senin besok. Saya cek langsung ke lapangan tentang keberadaan pembangunan yang melanggar IMB,” tandasnya. (Is)

Leave A Reply

Your email address will not be published.