Cakrawala News
Portal Berita Online

Mantan Walikota Bukittinggi Ini Jawab Semua Isu yang Berkembang

0 158

BUKITTINGGI, Cakrawala.co – Mencuatnya beberapa rumor tentang mantan Walikota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias Dt. Nan Basa dalam berbagai persoalan yang mengapung di Kota Bukittinggi, dijawab dengan tuntas oleh Ramlan Nurmatias melalui konfrensi pers, Minggu 29 Mei 2022.

Mengawali acara konferensi pers yang dimoderatori oleh Advokat Ramlan Nurmatias, Dr (cand). Riyan Permana Putra, S.H., M.H, dan dihadiri juga oleh beberapa mantan pejabat teras Bukittinggi, seperti Mantan Sekda Bukittinggi, Yuen Karnova, Ketua Tim Sukses Ramlan Nurmatias, Syarifuddin Jas, Calon Wakil Walikota Bukittinggi, Syafrizal Dt. Palang Gagah, Mantan Asisten 3, Zet Buyung serta beberapa mantan pejabat lainnya ini, Ramlan mengucapkan mohon maaf lahir batin dan menyatakan bahwa desakan untuk konferensi pers ini telah datang dari berbagai pihak hingga keluarganya sendiri, supaya ada keberimbangan dalam informasi yang diperoleh oleh masyarakat Bukittinggi.

Dalam kesempatan itu, Ramlan Nurmatias menjawab beberapa isu-isu yang berkembang saat ini, seperti isu Perwako 40/41, isu Parak Jaguang Ramlan, isu RSUD Bukittinggi, isu pertemuan dengan Wakil Walikota (Wawako) Marfendi, dan mantan Wawako Bukittinggi Irwandi, hingga isu terkait pilkada 2024.

Terkait isu Perwako 40/41 Ramlan Nurmatias menyebutkan bahwa itu atas dasar dari rekomendasi dari BPK. Ketika ditanyai wartawan bagaimanakah munculnya Perwako 25/26/27, itu apakah revisi atau dicabut. Ramlan tidak menjawab, karena hal itu ranahnya pemerintahan yang baru, ujarnya.

Mengenai isu Parak Jaguang, Ramlan berharap masyarakat tidak salah persepsi bahwa Ramlan tidak bertanggungjawab terhadap isu polemik drainase yang banyak memakan korban seperti merugikan pedagang sekitar pembangunan drainase. Menurut Ramlan, perencanaan proyek ini memang dibuat saat dirinya menjabat sebagai kepala daerah. Namun, kegiatan itu belum pernah ditenderkan, dan belum pernah ditentukan juga proyeknya akan dibangun di tengah atau dipinggir jalan, ucapnya.

Ramlan juga meyesalkan pembangunan drainase yang sempat mangkrak beberapa bulan itu, seakan-akan merupakan tanggung jawabnya. Bahkan sampai ada yang membuat isu pembangunan drainase itu “Parak Jaguang Ramlan, sesalnya.

Berhubungan dengan isu RSUD Bukittinggi, Ramlan juga menampik bahwa tidak ada masalah korupsi di situ. Justru dalam isu RSUD Kota Bukittinggi tidak terdapat potensi kerugian negara, bahkan pembayaran kepada perusahaan pelaksana masih ditahan oleh Pemko Bukittinggi waktu itu, entah kalau sudah dibayarkan oleh pejabat yang sekarang, katanya.

Hal ini sangat jelas dalam Putusan Perdata No. 20/PDT.G/2020/PN.Bkt, bahwa perusahaan yang mengerjakan proyek RSUD wanprestasi serta sah surat perjanjian pekerjaan konstruksi Nomor 64/SP/DKK-BKT/VIII/2018 tanggal 7 Agustus 2018, sambungnya.

Ramlan juga menyatakan akan kooperatif dengan penegak hukum, jika ada temuan dan dibutuhkan pemeriksaan yang membutuhkan keterangannya, dirinya mengatakan siap untuk menghadiri panggilan dari penyidik.

Sedangkan isu pertemuan dengan Wawako Marfendi Dt. Basa Balimo dan mantan Wawako Bukittinggi, Irwandi, dirinya mengatakan, pertemuan di rumah makan, di Masjid termasuk bertemu di tempat resepsi perkawinan, itu hanya pertemuan silaturahmi biasa, sebutnya.

Terkait isu Pemihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Ramlan menyatakan memang ada beberapa partai yang sempat berbicara dengannya. Namun, belum terpikir untuk dia untuk maju sebagai salah satu calon, karena hal itu masih terlalu dini untuk dibicarakan saat ini, imbuhnya. (**)

Leave A Reply

Your email address will not be published.