Cakrawala News
Portal Berita Online

Mantan Ketua PKC PMII Jatim Sentil Ketua DPRD Ponorogo Yang Bolos Paripurna

0 898

Ponorogo,Cakrawala.Co – Ketidak hadiran Ketua DPRD, dan salah satu Wakil, beserta anggota dalam rapat Paripurna Pembahasan Raperda (Rancangan Peraturan Daerah) RPJMD (Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah) yang dijadwalkan dan dilaksanakan mulai tgl 16 April sampai penetapan tgl 30 Juni 2021 ini membuat kalangan muda di Ponorogo angkat bicara karena memunculkan banyak pertanyaan dan kerancuan bagi masyarakat.

Apalagi dalam rapat paripurna RPJMD tersebut tidak dihadiri Sunarto selaku Ketua DPRD dan wakilnya Dwi Agus serta beberapa anggota lainnya.

Hal tersebut membuat kalangan muda seperti mantan ketua PKC (Pengurus Koordinator Cabang) PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Jawa Timur, M. Zunaidi mulai geram dan angkat bicara, pada Sabtu (3/6/2021).

Ditemui saat berbincang santai dengan awak media, menurutnya proses pembahasan terkait rancangan pembangunan yang seharusnya bisa dilakukan dengan prinsip mengedepankan kepentingan rakyat ini memang terkesan belum terlaksana dengan baik, hal ini dibuktikan dengan ketidak hadiran para anggota legislatif pada rapat paripurna tersebut.

“Seharusnya bisa sesuai yang dijadwalkan mulai dari pengambilan keputusan dan nota kesepakatan rancangan awal RPJMD, pembentukan pansus, pandangan fraksi, jawaban eksekutif tentang pandangan fraksi yang diikuti pembahasan internal,”kata Juned.

Ia sebagai generasi muda dalam pergerakan mengakui, Raperda sangat berpengaruh terhadap pembangunan daerah utamanya di Ponorogo yang saat ini seperti masih terpengaruh iklim pilkada sehingga terlihat mencolok kontranya daripada mengutamakan kepentingan bersama.

Pilkada sudah usai, seharusnya pimpinan DPRD memberikan contoh yang baik, etika yang beradab kepada anggotanya jangan justru membuat polemik di masyarakat. Ini menyangkut pembangunan Ponorogo kedepan, jangan mengorbankan rakyat demi kepentingan kelompok saja.

Disisi lain, Nuryanto mantan pengurus cabang PMII Kabupaten Ponorogo juga satu suara dengan rekan seperjuangannya. Menanggapi ketidakhadiran Ketua DPRD bersama koalisi sebagai pengemban aspirasi rakyat menurutnya sebagai langkah yang kurang tepat diambil.

“Terlebih ketidak hadiran ketua dewan saat penepatan RPJMD itu menurut saya menjadi contoh yang sangat tidak baik dan menciderai marwah institusi karena apapun kepentingannya harus dikesampingkan sebab proses pembahasan ini untuk pembangunan mendatang yang akan berdampak pada masyarakat. Terlepas itu semua para legislator seharusnya sangat menghormati serta memikirkan bersama proses ini. Sejatinya kita harus satu suara untuk membangun Ponorogo lebih baik terlepas siapapun Bupatinya,”imbuhnya.

Sementara itu Agus Purwo Handoko Sebagai Ketua Ranting GP Ansor Kecamatan Pulung mengatakan bahwa ia sebagai generasi muda dalam bingkai NU juga mendukung penuh untuk segera ditetapkannya Raperda RPJMD dan Pengarusutamaan Gender,”tukasnya. (Nov/rd)

Leave A Reply

Your email address will not be published.