Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Mangkir, Kejari Segera Jemput Paksa Sekda Gresik

GRESIK, CAKRAWALA.CO – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik, Jawa Timur, Pandoe Pramoekartika akhirnya memerintahkan anak buahnya untuk menjemput paksa Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Andhy Hendro Wijaya. Pasalnya, Mantan Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Kas dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik tersebut mangkir dalam pemanggilan penyidik yang keempat kalinya.

Kejari Gresik sebelumnya telah melayangkan surat panggilan keempat kepada Sekda Gresik dengan agenda pemeriksaan pada Senin (21/10/2019). Dalam surat panggilan itu penyidik memberi batas waktu hingga pukul 12.00 WIB siang. Namun, lagi-lagi orang nomor tiga di Pemkab Gresik itu kembali mangkir tanpa alasan yang jelas.

Pemanggilan tersebut terkait kelanjutan kasus pemotongan dana insentif pegawai BPPKAD yang menyeret M Mukhtar (mantan Plt Kepala BPPKAD) dan telah divonis hukuman 4 tahun penjara. Andhy merupakan satu diantara 12 pejabat yang dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

“Saat ini kita telah menerjunkan tim gabungan dari Intel dan Pidsus untuk mencari keberadaan Sekda Gresik. Kita upayakan dulu secara baik-baik. Kita tunggu sampai sore, kalau tidak hadir maka terpaksa kita jemput paksa,” tutur Pandoe Pramoekartika saat ditemui di halaman Kejari Gresik, Senin (21/10/2019).

Untuk status pemanggilan, kata Pandoe masih sebagai saksi. “Soal perubahan status kita tetap mengikuti prosedur Berita Acara Pemeriksaan,” tegasnya.

Sementara itu, pada saat yang sama, belasan aktivis Forum Kota (Forkot) cabang Gresik berunjukrasa mendesak Kejari untuk mengusut tuntas kasus korupsi lingkungan Pemkab Gresik, termasuk menjemput paksa Sekda Gresik.

Sebagai apresiasi atas keberanian Kejari mengusut kasus korupsi, Forkot memberikan piagam penghargaan serta 5 ekor tikus kepada Kejari sebagai simbol dukungan untuk terus mengusutnya hingga ke aktor intelektual.

“Kami percaya, korupsi tidak berdiri sendiri tanpa kerjasama dengan aktor intelektual. Karena itu, kami mendesak Kejari untuk mengusut tuntas kasus ini,” ujar salah satu orator Forkot. (Zen)

Facebook Comments
%d bloggers like this: