Cakrawala News
Portal Berita Online

Manfaat Budaya Digital dan Teknologi Digital di Lingkungan Sekolah

0 242

KOTA BANDUNG JABAR CAKRAWALA.CO – Budaya digital adalah produk teknologi persuasif yang tidak ada habisnya. Hasil dari kompleksitas ide, gagasan, perilaku, berpikir, berinteraksi dan berkomunikasi yang dibentuk dari teknologi dan internet sehingga menjadi norma aturan yang berpola di masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Siti Sadiah Yuningsih, Kepala Seksi Pelayanan Cabang Dinas Pendidikan wilayah VII Jawa Barat.

Landasan norma bagi masyarakat dalam budaya digital di Indonesia ini penting yang menjadi ukuran norma bagi masyarakat dalam budaya digital di Indonesia ialah nilai-nilai Pancasila. Sudah ditanamkan oleh para pendiri negara kita bahwa yang menjadi landasan norma baik itu melalui norma kehidupan sehari-hari dalam berpikir, bertindak bersikap semuanya melandaskan pada nilai-nilai Pancasila.

Budaya digital bagi para pendidik dan peserta didik di era digital tentunya akan dipengaruhi atau ruang lingkupnya itu. “Ada cooperation atau bekerja sama kemudian landasan yang kedua adalah inovasi dari apa yang harus diciptakan baik oleh pendidik ataupun peserta didik kemudian perubahan baik itu perubahan sikap berpikir, bertindak ataupun maindset atau pola pikir kita yang kita ubah,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/11/2021).

Sementara itu kaitannya para peserta didik ialah bagaimana performannya atau hasil budaya digital itu akan tumbuh berkembang dengan ilmu pengetahuannya dengan informasinya. Budaya digital juga akan berpengaruh kepada siapa stakeholder.

Sadiah menyebut jika dulu misalnya para siswa dan guru itu stakeholder-nya terbatas apa saja yang berada di sekitarnya, terbatas hanya warga sekolah guru pengawas, kepala sekolah kemudian teman-teman. Tetapi sekarang stakeholder sekolah para peserta didik dan guru. Akan semakin banyak dan semakin luas, bisa dengan lintas sektoral lintas instansi, dengan para Youtuber, para wirausahawan. Semuanya itu menjadi bagian dari bagaimana pra peserta didik itu nanti berinteraksinya.

“Hubungan yang dibangun juga sekarang semakin luas, dengan adanya budaya digital kepemimpinannya kepala sekolah kemungkinan guru, kepemimpinan siswa semuanya akan terpengaruh. Kemudian organisasinya juga sama jadi akan semakin luas, akan semakin banyak para peserta didik, para guru mengikuti berbagai unsur apa organisasi-organisasi yang membentuk proses pembelajaran,” jelasnya.

Budaya digital.juga membuat komunikasi yang dibangun sangat lebih baik, sangat lebih mudah. Maka penting teknologi informasi dan budaya digital itu untuk konektivitas sosial baik para siswa, Guru semakin mudah semakin banyak. Tentunya konektivitas yang dibangun itu menjadi perhatian juga bahwa penting dalam budaya digital di sekolah. Selain itu kecepatan komunikasi menjadi sebuah hal yang sekarang ini dirasakan juga kesempatan belajar dari mana saja hanya perlu membuka internet.

Teknologi digital dan budaya digital juga menumbuhkan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran guru memberikan pengajaran dengan berbagai cara sedangkan anak juga mencari tahu melalui banyak hal. Menemukan inspirasi dalam berpikir tingkat tinggi, banyak hal yang bisa didapat kreativitas inovasi ide itu dari dunia Internet. Terutama bagi para guru agar membuat suasana belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Rabindra Soewardana (Director Radio Oz Bali), Chiara Chaisman (Merchandiser Analyst), Arif Subakti (Pendidik), dan Azzahra Karina sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.