Cakrawala News
Portal Berita Online

Maluku Utara Akan Terapkan Protokol ke-4 Karantina Mandiri

0 163

TERNATE,CAKRAWALA.CO-  Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku Utara akan menerapkan protokol ke-4 penanganan kasus Corona di Maluku Utara.

Protokol ke-4 yang dimaksudkan adalah penanagan pasien SAR-cov 2 atau corona dapat dijalankan di tempat tinggal pasien dengan cara pengawasan ketat pihak keluarga hingga melibatkan RT/RW hingga kelurahan.

Sementara penanganan klasifikasi pasien lansia dikhususkan ditempatkan di lokasi karantina yang disediakan pemerintah daerah.

ads bukopin

“ Intinya bahwa persiapan masyarakatnya ,kira-kira masyarakat kita bisa ndak berprotokol kesehatan di rumah ,” kata Sekertaris Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Maluku Utara, Syamsuddin Kader, kepada Awak Media, Selasa (16/6/2020).

Penerapan itu disesuaikan dengan kondisi penuhnya atau (Overload) tempat karantina para pasien yang disediakan.  Jika kesiapan protokol ke-4 telah dijalankan maka nantinya Gugus Tugas akan menguatkan petugas-petugas melakukan pelayanan terhadap pasien OTG,ODP di kediaman mereka masing-masing.

Sementara Wakil Ketua II Gugus Tugas Covid-19 Maluku Utara, Irjen Pol Rikwanto menjelaskan Protokol ke-4 menjadikan wadah agar warga yang terjaring rapid test rekatif tidak harus menjalani masa karantina di lokasi karantina yang disediakan oleh pemerintah.

“Tetapi juga juga bisa dilakukan di rumah masing-masing tentunya persayaratan tertentu yang diatur kemudian. Ini melibatkan RT/RW dan Lurah Jika syaratnya tidak terpenuhi maka terpaksa di karantina di tempat yang disediakan pemerintah,” jelas Rikwanto.

Disindir adanya ketidak percayaan masyarakat Maluku Utara dalam penanganan Covid-19 yang dilakukan Gugus Tugas, mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu menyatakan, hanyalah kesalah pahaman masyarakat.

“ Yang jelas penganan covid-19 yang dilakukan Gugus Tugas sebagai tanggung jawab pemerintah. Jadi yang ada di pikiran mereka itu kalau terkena pemeriksaan rapid maka langsung dikarantina dan mempengaruhi kehidupannya , keluarganya, sosialnya dan ekonominya sehingga negatif thinkingnya mereka muncul,” tutur Rikwanto.***(IVN/ID

Leave A Reply

Your email address will not be published.