Cakrawala News
Portal Berita Online
idul cakrawala

Malaysia Akan Klaim REOG Ke UNESCO, Kang Bupati Sugiri Ambil Sikap

0 74

Ponorogo, Cakrawala.co –  Pasca ramainya kabar Malaysia akan mengajukan Reog sebagai warisan budaya ke UNESCO, langsung mendapatkan respon dari Kang Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.

Orang nomor satu di pemerintahan Ponorogo ini mengaku sampai saat ini pihaknya sudah mengajukan Reog Ponorogo ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Hanya saja, sampai hari ini pihaknya masih harus melalui berbagai tahapan.

Munculnya pernyataan dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi, yang menyebut bahwa pemerintah Malaysia berencana mengajukan kesenian reog sebagai kebudayaan negaranya ke United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko langsung angkat bicara.

Saat ditemui Cakrawala.co, Rabu siang (06/04/2022) Kang Giri mengaku tidak terima jika Reog diklaim atau dicaplok oleh negara lain.

Menurut Bupati Sugiri, reog merupakan kesenian asli Ponorogo yang memang sudah mendunia, sehingga wajar jika berbagai daerah maupun negara bisa memainkan kesenian tari topeng terbesar di dunia dan itu diperbolehkan hanya saja reog tetap milik Ponorogo, Indonesia.

Bahkan sejak setahun lalu, Bupati Sugiri sudah melakukan berbagai upaya serta menyerahkan berbagai dokumen untuk mendapat pengakuan dari ICH UNESCO, jika reog merupakan kesenian asli Ponorogo mulai dari kajian, naskah akademik hingga film pendek tentang reog Ponorogo.

“Saya sudah menyerahkan semua dokumen terkait yang dibutuhkan oleh UNESCO baik itu berupa kajian, naskah akademik yang saya sampaikan menggunakan kajian Indonesia, kemudian menggunakan film pendek juga sudah disiapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,”ucapnya.

Dengan adanya berita tentang niat Malaysia yang akan mendaftarkan reog ke Unesco, Kang Giri mengaku jika pihaknya telah ditelpun oleh banyak orang.

“Saya ditelfon ratusan orang hari ini, bagaimana reog yang akan diklaim Malaysia, saya jawab budaya itu sharing, siapapun boleh menggunakan, boleh memakai reog, reog ya milik Ponorogo, milik Indonesia, milik kita bersama. Monggo kalau dipakai, jogedkan, indahkan tapi tetap milik Ponorogo, milik Indonesia,”tegas Kang Giri.

Bupati juga berharap adanya campur tangan dari pemerintah pusat agar Reog Ponorogo segera diakui oleh UNESCO dan tidak lagi bisa diklaim menjadi milik negara lain. Sebab upaya pemerintah mengajukan reog ke UNESCO tahun 2018 lalu tidak membuahkan hasil. (Am/Nov)

Leave A Reply

Your email address will not be published.