Cakrawala News
Portal Berita Online

Majlis Taklim Ojol Perempuan Tangani Anak Putus Sekolah

0 179

BOGOR JAWA BARAT CAKRAWALA.CO-; Heni Fitrianti merupakan sosok inspiratif bagi kalangan Ojek Online (Ojol) perempuan di wilayah Jakarta hingga Bogor. Perempuan 45 tahun itu sudah empat tahun membangun Majelis Taklim Perempuan Ojol Bogor atau MTPOB.

“Dulu 4 tahun lalu awalnya tukang Ojol perempuan yang banyak di Jakarta di Bogor, mereka ingin bekerja tetapi juga ingin belajar agama mengaji akhirnya saya dan teman-teman membuat MTPOB ini untuk kegiatan,” tutur Heni, diwawancarai di kantor Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Bunyan, Jumat 5 Maret 2021.

Heni mengatakan, selain kegiatan majelis taklim ibu-ibu Ojol mengikuti pelatihan ekonomi wirausaha. Salah satunya yang saat MTPOB ikuti rutin, di antaranya pelatihan Penguatan Ketahanan Keluarga dengan tema “Perjuangan Ekonomi Ibu di Masa Pandemi”.

“Jadi ketika di sini berkumpul ingin menuntut ilmu sedangkan di luar sudah penat seharian mencari nafkah membantu suaminya tapi kita ingi. Jadi ibu untuk anak-anak kita. Di sini kita belajar bebagai usaha menjadi ibu-ibu yang tangguh, ibu-ibu yang memang yang benar-benar bisa menangani semuannya. Kami bersama bisa mencarikan solusinya dengan wirausaha dan lainya,” ungkap Heni.

Seiring berjalannya waktu, kini anggota MTPOB mulai bertambah sekitar 1000an orang di Jabodetabek. Dalam kegiatan majelis taklim, kata Heni, di MTPOB ini para kaum ibu saling membantu menyelesaikan permasalahan, terutama pesoalan anak-anak dari anggota Ojol yang putus sekolah. Saat ini MTPOB sudah membina pesantren para anak-anak Ojol. Namun sejak Pandemi Covid-19 melanda, tidak hanya anak yang duduk di bangku SMP dan SMA yang putus sekolah, melainkan juga anak-anak di Sekolah Dasar.

“Saya menampung anak-anak di Cibinong untuk mereka belajar SMP dan SMA. Anak-anak SD mungkin kedepannya itu kita ingikan yang punya tunggakan di sekolah saya berharap donatur yang mau membiayai mereka. Karena sekarang sangat sulit sekali ya karena orderan masuk 10 ribu untuk kebutuhan kita cukup sulit ya. Apa lagi kebutuhan anak-anak,” ungkap Heni.

Heni sudah menekuni profesi Ojol sejak 2016 silam.
Selain Ojol, Heni sendiri tidak meninggalkan profesinya sebagai seorang guru taman kanak-kanak. Selama menjadi Ojol, ia hanya menerima pesanan penumpang perempuan dan layanan pesan antar makanan. Namun tak sedikit juga dari anggota majelis taklim Ojol perempuan itu yang menerima penumpang laki-laki

“Mungkin saya menyiasatinya baju itu yang rok panjang, tapi menurut saya pakaian itu sesuai dengan hati yang pakai, dengan pakaian ini saya bisa mencari nafkah. Saya menerima Perempuan saja, tapi ada teman-teman ojol yang terima yang lain laki-laki dan perempuan,” imbuhnya.

Head Public Relation LAZ Al Bunyan, Imam Saputra Jaya Sukma, menjelaskan Pelatihan Penguatan Ketahanan Keluarga sudah rutin dilakukan sebelum pandemi covid-19. Dan pertemuan hari ini merupakan pertemuan pertama setelah beberapa bulan kegiatan ditiadakan dan mengangkat tema”Perjuangan Ekonomi Ibu di Masa Pandemi”. MTPOB sendiri dipilih karena perempuan yang berperan mencari nafkah di luar rumah dan memiliki permasalahan ekonomi keluarga.

“Kegiatan yang kami laksanakan hari ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi keluarga, rumah kebaikan. Tujuannya agar masyarakat di Bogor dan Jawa Barat bisa terentaskan kemiskinannya.

Lanjut Imam, kajian ini menyelaraskan bukan hanya ekonomi saja tetapi juga bidang keimanan dan keislaman. Sehingga ketahanan keluarga bukan hanya sisi ekonomi tetapi juga spiritual. Program jiga akan berlanjut dengqn pendampingan usaha, traning kewirausahaan sampai memiliki izin usaha.

“Ini berjalan terus sampai usaha suaminya untuk usaha. Harapan kami ke depannya, kegiatan kajian keilmuan di rumah kebaikan terhadap MTPOB akan terus berjalan dan menjadi washilah bagi keutuhan rumah tangga melalui pemberdayaan ekonomi yang dilakukan,” jelas Imam saputra jaya sukma.**( Abizar/cakrawala co.)

Leave A Reply

Your email address will not be published.