Cakrawala News
Portal Berita Online

Mahasiswa STIE Yasa Anggana Sambangi Pengrajin Alat Musik Tradisional Karinding

0 394

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO – Sejumlah aktivis mahasiswa STIE Yasa Anggana Garut, Jawa Barat mengunjungi salah satu tempat kesenian Karinding (alat musik yang mengandalkan getaran dari bambu untuk menghasilkan suaranya-red).

Adalah Padepokan seni Karinding Awi Cakra yang berada di jalan Kota Wetan, Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Para mahasiswa tersebut mendatangi Padepolan seni Karinding atas dasar tugas Kampus dari salah satu dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, Hj. Susi Sa Mulya.

Dosen yang bersangkutan berharap dengan kunjungan langsung ke Padepokan seni, para mahasiwa lebih jauh mengenal seni dan mencoba untuk mempraktekannya.

“sehingga para mahasiswa dapat berperan aktif dalam memperkenalkan budayanya,”kata Hj. Susi dosen Ilmu Budaya Dasar kepada wartawan cakrawala.co.

Susi menambahkan sebagai dosen dirinya mempunyai alasan tersendri menerjunkan mahasiswanya langsung ke lapangan.

“mahasiswa itu harus lebih kreatif, dan inovatif juga berwawasan dan selalu menemukan hal hal baru bukan saja mendengar, melihat tetatapi harus bisa mempraktekannya Bagaimana Ilmu Budaya Dasar itu bisa berkembang terutama ilmu budaya lokal Kabupaten Garut,”ungkapnya.

Ia menyebut keberadaan seni tradisional yang bernafaskan budaya sudah lama tidak tersentuh sehingga mahasiswa punya peran aktif untuk lebih memperkenalkan budayanya sendiri.

Sementara itu dilokasi Padepokan seni Karinding para mahasiswa diterima sesepuh Padepokan seorang Seniman sunda berjuluk Abah Joko Sinting.

Abah Joko tampak senang dengan kehadiran para mahasiswa kebengkel seni miliknya.

“saya merasa senang atas kedatangan kelompok mahasiswa STIE Yassa Anggana ini, mudah mudahan seni tradisi bisa tetap lestari,”harapnya.

Abah Joko menyebut sebagai pelaku seni tradisi Karinding dirinya merasa bangga dengan kehadiran para mahasiswa itu.

” Saya merasa tenang dan senang selaku pengiat dalam seni karinding ini kedatangangan ade ade ke tempat ini), “Gening masih aya Wanoja Jajaka anu masih emut kanu budaya sareng seni tradisional urang” ( Masih ada remaja remaja yang masih ingat akan budaya dan seni tradisional kita ) ujar Abah saat bercakap dengan mahsiswa mahasiwi tersebut.

Abah juga menyampaikan harapannya kepada mahasiswa sebagai generasi di masa depan untuk mempertahankan dan memperkenalkan bahwa seni bambu karinding ini milik budaya sunda dan patut untuk di kembangkan.

“Mudah mudahan ade-ade salaku pamimpin dina mangsa anu baris dongkap bisa ngajagi sareng nga mumule naon anu jadi warisan ti karuhun urang hususna budaya seni karinding ieu” ( mudah mudahan ade selaku pemimpin di masa yang akan datang bisa menjaga dan memperkenalkan apa yang menjadi warisan nenek moyang kita khususnya dalam seni karinding ini ) “.pungkas abah ***Mumin Hermawan/jmb

Leave A Reply

Your email address will not be published.